Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Silvany Austin Pasaribu Diplomat Muda Indonesia "SENTIL" Perdana Menteri Republik Vanuatu Di Sidang PBB Terkait "Isu Pelanggaran HAM di Papua"

Indah Pratiwi Budi - 28/09/2020 09:00

Beritacenter.COM - Sosok Silvany Austin Pasaribu salah satu diplomat muda Indonesia yang menjadi buah bibir dimedia cetak maupun online di dalam negeri publik dalam Sidang Umum PBB.

Silvany Austin Pasaribu yang bertugas di kantor Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat.

Pada akun Youtube PBB, Minggu 27 September 2020, mengatakan, Saya bingung, bagaimana Sebuah Negara Berusaha Mengajarkan Negara lain, tapi tidak mengindahkan dan memahami keseluruhan Prinsip Fundamental Piagam PBB," tegas Silvany.

Hal tersebut disoroti Silvany setelah Perdana Menteri dari salah satu Negara di Samudra Pasifik, Republik Vanuatu, Bob Loughman, mengungkit tentang Isu Pelanggaran HAM di Papua, dalam Sidang Majelis Umum PBB.


Lalu Diplomati Indonesia pun langsung memberi bantahan terkait Isu tersebut, lewat HAK JAWAB. Silvany kemudian membantah, bahwa tuduhan Vanuatu itu hal yang memalukan, Vanuatu menurut nya terlalu ikut campur dengan urusan di Indonesia.

"Ini sangat memalukan, bahwa suatu Negara terus memiliki obsesi tidak Sehat yang berlebihan tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau memerintah sendiri," tegas nya.

Silvany juga menegaskan Vanuatu harus menjalankan lebih dulu apa yang tercantum dalam piagam PBB "sebelum hal itu dilakukan, tolong jangan menceramahi Negara Indonesia," ungkap Silvany.

"Kalian bukan Representasi Masyarakat Papua, dan tolong jangan berkhayal soal Papua - Indonesia.

Silvany juga berbicara tentang hal HAM yang kerap dipakai sebagai kedok, dia mengungkit soal dukungan PBB kepada Indonesia.

"Indonesia akan terus berjuang melawan Advokasi Separatisme di balik kedok Kekhawatiran HAM, Papua dan Papua Barat adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia, sejak tahun 1945.

Hal ini sudah didukung oleh PBB dan Komunitas Global sejak beberapa Dekade lalu, ini sudah FINAL,dapat diubah dan sudah Permanen," tegas Silvany.

Sebelumnya, Perdana Menteri dari Republik Vanuatu Bob Loughman mengungkit Soal Pelanggaran HAM di Papua.

Untuk diketahui Vanuatu adalah Negara di Samudra Pasifik yang masyarakatnya juga merupakan Etnis Melanesia Seperti Papua.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA