Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Duh, Teror Pencurian Celana Dalam Wanita di Kertajaya Cianjur Sisakan Jejak Sperma

Aisyah Isyana - 27/09/2020 18:35

Beritacenter.COM - Teror pencuri celana dalam wanita membuat resah warga Desa Kertajaya, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Parahhnya, pelaku yang saat ini masih belum diketahui sosoknya kerap meninggalkan jejak sperma di celana dalam yang sempat dicurinya.

Yang lebih mengejutkan lagi, teror pencurian celana dalam di Kampung Pangarengan Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang itu sudah terjadi sejak 4 tahun lalu. Meski begitu, warga dibuat resah dengan aksi pelaku yang gencar terjadi beberapa bulan terakhir.

Baca juga " Dubes RI di Swedia Bicara Pentingnya Nilai Kemajemukan Terkait Insiden Pembakaran Al-Quran

"Sebenarnya dari empat tahun lalu sudah terjadi pencurian celana dalam, tapi sempat tidak ada lagi. Dan dua bulan terakhir, termasuk yang terbaru beberapa hari lalu terjadi lagi pencurian celana dalam," kata Ketua RT 02/02 Kampung Pangarengan Agus Kurnia, Minggu (27/9/2020).

Aksi pencurian celana dalam wanita itu biasanya baru diketahui setelah ada laporan dari warga yang hendak beribadah ataupun wudhu di masjid. Pasalnya, pelaku kerap meninggalkan celana dalam hasil curian di toilet maupun sekitara lingkungan masjid di kampung itu.

"Biasanya dibuang di ventilasi toilet, di teras, ataupun di atas genting," ungkapnya.

Pelaku juga kerap meninggalkan jejak bekas sperma yang mengering dari celana dalam yang dicurinya. Warga menduga jika pelaku menggunakan celana dalam itu untuk bahan mastrubasi. Khawatir menularkan penyakit, celana dalam curian dengan bekas sperma itu biasanya langsung dibakar oleh warga.

"Tentu saja jijik, apalagi ditemukan bekas sperma. Belum lagi dikhawatirkan menularkan penyakit. Makanya kalau tidak dibuang, warga membakar celana dalam hasil curian yang berhasil ditemukan kembali," kata dia.

Agus mengatakan, korban celana dalam yang dicuri pelaku juga beragam, mulai dari remaja, ibu-ibu, bahkan lansia. Hingga saat ini, identitas pelaku masih misterius dan belum diketahui.

"Beberapa bulan ini saja sudah lebih dari 10 korban. Setiap korban beberapa kali kehilangan celana dalam. Bukan hanya celana dalam milik remaja perempuan, celana dalam nenek-nenek juga diambil," tuturnya.

Dikatakan salah satu korban, N (30), sejatinya harga celana dalamnya memang tidak seberapa. Namun, teror pencuri celana dalam ini membuat resah warga, khususnya kaum perempuan.

"Jelas resah, takutnya pelaku melakukan tindakan yang lebih dari sekadar mencuri celana dalam dan menggunakan sebagai bahan untuk onani," imbuhnya.

Dia berharap, pelaku dapat segera ditangkap, agar kejadian serupa tak terulang kembali. "Kami berharap pelaku bisa segera terungkap dan teror tersebut bisa segera hilang," tambahnya.




Berita Lainnya

Hina NU, Gus Nur Dilaporkan ke Bareskrim Polri

21/10/2020 19:38 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA