Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Rekonstruksi Klinik Aborsi di Jakpus, Layani 5-6 Pasien Perhari Dengan Tarif 2-4 Juta

Aisyah Isyana - 25/09/2020 19:54

Beritacenter.COM - Rekonstruksi kasus klinik abosi di Jl Percetakan III, Senen, Jakarta Pusat, digelar di lokasi, Jum'at (25/9). Dari rekonstruksi itu, diketahui jika klinik yang beroperasi sejak 2017, melayani 5-6 pasien perhari dengan tarif jutaan rupiah.

Terungkap dalam rekonstruksi di lokasi, salah seorang pasien sekaligus tersangka berinisial RS, membayar Rp4 juta untuk menggugurkan kandungannya yang berusia 5 minggu. Kejadian bermula saat tersangka RS dan pacarnya berinisial TN membahas soal aborsi kandungan di tempat kos pacarnya, dikawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baca juga :

Alhasil, tersangka RS kemudian mendapati sebuah klinik aborsi ilegal usai melakukan pencarian di internet. Tersangka RS dan TN datang ke klinik aborsi itu, Sabtu (9/9), setelah membuat janji sebelumnya. RS kemudian membayar uang pendaftaran terlebih dahulu.

"Adegan 15: pasien RS membayar uang Rp 250 ribu untuk bayar Rp 200 ribu biaya pendaftaran serta Rp 50 ribu untuk biaya cek USG," kata Aipda Eko Tinus membacakan reka adegan.

Setelah membayar uang pendaftaran, RS kemudian pergi bersama tersangka MM untuk cek USG, memeriksa kondisi kandungannya. Usai melakukan pemeriksaan, tersangka RS lalu membayar biiaya tindakan aborsi Rp4 juta secara tunai.

"Adegan 20: tersangka RS membayar biaya aborsi secara cash senilai 4 juta ke tersangka MM," kata Aipda Eko.

Ekon mengatakan, biaya tarif aborsi di klinik itu berbeda-beda, tergantung usia janin dalam kandungan. Jika kandungan berusia dibawah 5 minggu, biayanya dikenakan sebesar Rp2 juta. Sementara usia janin diatas 5 minggu, dikenakan biaya Rp4 juta. Klinik itu dapat melayani 5-6 pasien dalam sehari, dengan keuntungan mencapai Rp10 juta setiap harinya.

"Dalam 1 hari itu kelompok ini bisa meraih untung Rp 10 juta dengan pembagian dokter dapat bagiannya 40 persen, kemudian nanti ada agennya sendiri, kemudian ada juga untuk pegawainya. Pegawainya dibayar Rp 250 ribu sehari. Tetapi Minggu tutup," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (23/9).

"Kalau kita hitung total dari 2017, kita kalikan kalau kita hitung berapa keuntungan yang diraup, itu ada sekitar Rp 10 miliar lebih. Dihitung dari 2017, ada 32 ribu lebih janin, (ada) 32.760 janin yang sudah digugurkan. Ini yang sudah kita hitung, masih kita dalami lagi," tambah Yusri.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA