Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Bisnis

Bisnis Meroket Ditengah Pandemi, Banyuwangi Ekspor 600 Ton Kopi ke Eropa

Aisyah Isyana - 25/09/2020 18:55

Beritacenter.COM - Meski ditengah pandemi COVID-19, Banyuwangi dengan produk kopinya justru mencatatkan kinerja positif. Hebatnya, petani kopi sari Kebun Malangsari, Kecematan Glenmore, Banyuwangi, mendapat pesanan 600 ton pasokan kopi dari pasar Eropa.

Dikatakan Manajer Kebun Malangsari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, Sanuri, pihaknya mendapat pesanan perdana kopi robusta dari Swiss dan Italia sebanyak 600 ton. PTPN XI yang memiliki perkebunan di wilayah pegunungan selatan Bayuwangi itu terkenal dengan produk 'kopi lalang'.

Baca juga : 208 Tempat Usaha di Jakarta Ditutup Karena Langgar Protokol dan Pegawai Terpapar COVID-19

"Pesanan ini di luar ekspor yang sudah kita lakukan. Di tahun 2020 ini kita sudah mengekspor dua kali panen yang totalnya sekitar 72 ton," ungkap Sanuri kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).

Menurutnya, sebagaian besar kopi yang diekspor, berasal dari perkebunan Malangsari. Meski begitu, ada juga beberapa kebun lainnya milik PTPN XII yang ikut berkontribusi, seperti Kebun Gumitir, Kebun Selogiri, dan kebun milik rakyat.

"Kopi dari perkebunan rakyat di Malangsari ini kualitasnya juga sudah terstandar. Kopi rakyatnya juga sudah dikenal di pasar Eropa, dengan branding Kopi Gunungsari. Selama ini kami melakukan pembinaan teknis mulai dari memilih bibit yang baik hingga proses penanaman dan panen," ujarnya.

Sanuri mengklaim jika kopi robusta yang diproduksi dari Bayuwangi bagian barat ini memiliki cita rasa yang sangat digemari penikmat kopi di Eropa, khususnya di Swiss dan Italia.

"Kopi olahan kita ada rasa khas seperti coklat yang disukai lidah orang Italia," katanya.

 Baca juga : KKP Tingkatkan Penghasilan Nelayan Cirebon dengan Program Pemberdayaan Nelayan

Meski saat ini beberapa bisnis di hampir semua negara tengah lesu akibat pandemi COVID-19, Banyuwangi menjadi contoh suskse dengan konsisten mengekspor kopi unggulan mereka. Perkebunan kopi Malangsari yang memiliki luas 1.500 hektar, diketahui dapat menghasilkan 1.500 ton kopo kering di tahun ini.

Sanuri menargetkan, total kopi yang dihasilkan PTPN XII sebanyak 1.200 ton dapat diekspor ke berbagai negara. "Kami memprediksi, pada bulan Oktober besok akan ada kontrak baru lagi dari Eropa. Kami yakin, akan menambah ekspor kita," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi ekspor kopi tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi kabar yang cukup menggembirakan, mengingat situasi saat ini yang serba sulit karena pandemi COVID-19.

"Ekspor kopi di tengah kondisi pandemi COVID-19 ini cukup menggembirakan. Dengan kolaborasi bersama, saya yakin ini bisa terus tumbuh, termasuk terus melakukan pendampingan ke petani kopi rakyat," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA