Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Sinovac Berkomitmen Distribusikan Vaksin Corona ke Seluruh Dunia Awal 2021

Aisyah Isyana - 25/09/2020 18:20

Beritacenter.COM - CEO Sinovac Biotech, Yin Weidong, memastikan akan segera mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS), untuk menjual vaksin Corona di negara tersebut.

Hal itu akan segera dilakukan jika test uji klinis ketiga dan pengujian terakhir terhadap manusia, berhasil dilakukan perusahaannya. Dalam hal ini, Yin mengklaim jika dirinya juga telah diberikan vaksin percobaan.

Baca juga : Kabar Gembira! Pengujian Vaksin Sinovac ke Anak-anak dan Remaja Segera Dilakukan

"Awalnya, strategi kami dirancang untuk Cina dan Wuhan. Namun segera setelah itu pada Juni dan Juli, kami menyesuaikan strategi, yaitu (mendistribusikan vaksin) untuk dunia. Tujuan kami adalah memberikan vaksin kepada dunia termasuk AS, UE, dan lainnya,'' kata Yin.

Sebagaimana diketahui, peraturan ketat di AS, Uni Eropa,Jepang, dan Australia, secara historis telah memblokir penjualan vaksin Cina. Kendati begitu, Yin memastikan jika kondisi itu dapat diubah.

Saat ini, Sinovac tengah melakukan pengembangan terhadap salah satu dari empat kandidat vaksin teraatas Cina, dua diantaranya yakni vaksi yang dikerjakan bersama SinoPharm dan dengan perusahaan swasta yang berafiliasi dengan militer, CanSino.

Terdapat lebih dari 24 ribu relawan yang telah berpartisipasi dalam uji klinis vaksi Corona Sinovac di Brasil, Turki, dan Indonesia. Rencananya, uji coba tambahan juga dijadwalkan dilakukan untuk Bangladesh dan Chili. Pemilihan negara-negara itu diambil Sinovac atas pertimbangan penyebaran waba yang serius, populasi besar, dan kapasitas penelitian serta pengembangan yang terbatas di negara tersebut.

Baca juga : Dirut Biofarma Sebut Vaksin Sinovac Bakal Diprioristaskan untuk Warga Indonesia

Yin memastikan jika perusahaannya akan memperioritaskan distribusi vaksin Corona ke negara-negara yang menjadi tuan rumah uji coba vaksin terhadap manusia. Yin menilai, perusahaan memproyeksikan mampu memproduksi beberapa ratus juta dosis vaksin pada Februari-Maret tahun depan. Meski masih belum lulus uji klinis fase ketiga, pihak Sinovac disebut telah menyuntikkan vaksi ke ribuan orang di Cina, dibawah ketentuan penggunaan darurat.

Dalam hal ini, Yin menyebut dirinya sebagai salah satu orang pertama yang menerima vaksin eksperimental beberapa bulan lalu, bersama degnan para peneliti. Fase pertama dan kedua percobaan pada manusia tidak menunjukkan efek samping yang serius. Sebagai dukungan terhadap vaksin Corona, Yin mengklaim jika vaksin itu disuntikkannya sendiri ke tubuhnya.

"Ini semacam tradisi perusahaan kami,'' kata Yin, menambahkan bahwa ia telah melakukan hal yang sama dengan vaksin hepatitis yang sedang dikembangkan.

Cina diketahui telah mengizinkan penggunaan darurat calon vaksin terhadap populasi yang beresiko tinggi, seperti anggota militer di perbatasan, dan pekerja medis. "Sinovac dapat membuktikan 'keamanan dan antibodi yang baik' dari hasil tes terhadap sekitar 1.000 orang," kata Yin.

"Sinovac menerima persetujuan tersebut pada bulan Juni lalu, bersama dengan SinoPharm dan CanSino, dan mampu memberikan puluhan ribu dosis vaksin corona kepada pemerintah kota Beijing," kata Yin.

Karena dinilai telah memenuhi syarat penggunaan darurat vaksin, sekitar 90% staf perusahaan Sinovac telah mendapatkan suntikan vaksin. "Kami yakin bahwa penelitian kami terhadap vaksin COVID-19 dapat memenuhi standar negara AS dan UE, '' pungkasnya.




Berita Lainnya

Wajib Tahu! Ini 7 Manfaat Jahe Bagi Kesehatan

17/10/2020 02:20 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA