Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Soal Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Ahli Geologi ITS : Berpotensi Gempa Besar

Aisyah Isyana - 25/09/2020 17:10

Beritacenter.COM - Riset peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebut adanya potensi tsunami hingga 20 meter di Pantai Selatan Pulau Jawa. Menanggapi hal itu, ahli geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Amien Widodo, tak memungkiri adanya potensi gempa besar di Selatan Jawa.

"Iya, berpotensi gempa besar, khususnya di palung samudra (di selatan Jawa) dan magnitudo gempanya bisa lebih dari 8," kata Amien di Surabaya, seperti dilansir detik, Jumat (25/9/2020).

Baca juga : Riset Peneliti ITB Ungkap Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa

Menurutnya, gempa besar yang berujung gelombang tsunami dapat terjadi kapan pun. Dia menyinggung soal bencana tsunami di Palu dan Banten, yang tak hanya mengakibatkan kerusakan, namun juga memakan banyak korban.

"Tak dapat dimungkiri, bencana alam yang terjadi belakangan ini, mulai gempa, likuifaksi Palu, hingga tsunami Banten mengakibatkan banyak desa jadi terisolasi. Rusaknya infrastruktur akibat peristiwa-peristiwa alam tersebut menyebabkan daerah-daerah ini menjadi susah dilalui oleh kendaraan," papar Amien.

Amien menyebut para ahli belakangan ini telah banyak membuat simulasi terjadinya gempa serta tsunami di beberapa daerah. Amien juga menyebut LIPI telah membuat simulasi gempa besar yang diikuti tsunami di pantai selatan, setahun yang lalu.

"Beberapa hari lalu, tim ITB juga melakukan simulasi yang sama. Keduanya memperkirakan akan terjadi tsunami dengan gelombang lebih dari atau sama dengan 20 meter," imbuhnya.

Amien menjelaskan, tsunami merupakan gelombang laut berskala besar yang disebabkan oleh gangguan tiba-tiba, baik dari dasar laut maupun permukaan samudera. Tsunami pada umumnya dapat terjadi karena tiga hal, yakni gempa, letusan gunung berapi dan longsor.

Meski begitu, Amien menyebut tsunami di Indonesia lebih banyak terjadi karena gempa, ketimbang letusan gunung berapi dan longsor. "Sementara itu, untuk dua faktor terakhir, yakni tsunami karena letusan gunung berapi dan longsor, hingga kini belum ada alat yang memadai, sehingga peringatan dini masih belum bisa dilakukan," ungkapnya.




Berita Lainnya

KKP Lantik 1.132 Pejabat Fungsional

22/10/2020 14:25 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA