Friday, 30 Oct 2020
Temukan Kami di :
Peristiwa

Seorang Polisi di Palembang Babak Belur Dihajar Warga Karena Dikira Komplotan Jambret

Anas Baidowi - 24/09/2020 22:54 Ilustrasi Pengeroyokan

Beritacenter.COM - Nasib naas menimpa seorang anggota polisi karena babak belur diamuk warga di kawasan Jembatan Ampera, dan Monpera Palembang, pada Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian itu terjadi saat Bripka Reza yang merupakan anggota opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang tengah menolong seorang pelaku jambret yang hampir tewas karena dihajar warga.

Namun aksi heroik yang dilakukan Bripka Reza justru membuat dirinya diamuk warga karena dikira komplotan jambret tersebut lantaran dirinya saat itu tengah menyamar menjadi preman untuk membongkar jaringan jambret yang kerap beraksi di kawasan Jembatan Ampera..

Beruntung, saat warga sekitar akan mengajar Reza ia dengan sigap mengeluarkan senjata api miliknya dan mengaku sebagai anggota polisi.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel Siswandi Kurniawan mengatakan, saat kejadian anggotanya memang sedang mencari pelaku penjambretan yang diketahui bernama Ebot, anggota pun melihatnya saat sedang bersama seorang pelaku jambret lainnya di Monpera.

“Begitu melihat ada anggota kita, pelaku pun lari ke arah Bundaran Air Mancur kemudian berlari ke atas Jembatan Ampera, sementara rekannya berinisial RK melarikan diri ke arah Jalan Merdeka,” kata Anom usai membesuk di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bari.

Kata dia, anggota pun berpencar dan Reza adalah anggota yang paling terjangkau dengan pelaku Ebot. Hingga akhirnya Reza lalu mengejar pelaku ke atas jembatan Ampera.

“Dari keterangan anggota kita saat itu melihat pelaku naik mobil angkot ke arah Seberang Ulu, kemudian anggota kita mengejarnya,” sambungnya.

Dan sampai di Seberang Ulu, pelaku turun dari angkot dan masuk ke Lorong Sabar, 8 Ulu, Jakabaring. Reza pun mengejar pelaku yang masuk ke pemukiman warga tersebut.

Melihat ada kejar-kejaran, warga di Lorong Sabar ikut mengejar pelaku. Begitu pelaku dapat, warga yang emosi lalu menghajar pelaku, bahkan ada yang menggunakan senjata tajam. Pelaku pun dibacok menggunakan pisau dan parang oleh warga.

Pelaku yang saat itu bersimbah darah dan nyaris tewas karena mengalami luka di sekujur tubuh, akhirnya dapat diselamatkan Reza dari amukan warga. Walaupun akhirnya aksinya sempat mengalami amukan massa dikira komplotan penjambret.

“Setelah kita dapat informasi, saya langsung mendatangi RSUD Bari untuk menjenguk Bripka Reza, dan memberikan apresiasi atas keberanian anak buahnya itu,” pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA