Monday, 26 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Namanya Muncul di Dakwaan Pinangki, Jaksa Agung : Saya Tak Peduli, Silahkan, Kami Terbuka!

Aisyah Isyana - 24/09/2020 20:55

Beritacenter.COM - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin angkat bicara soal isu komunikasinya dengan Djoko Tjadra. Dia juga menjawab soal munculnya inisial namanya dalam action plan dakwaan terhadap jaksa Pinangki Sirna Malasari. Dalam hal ini, Burhanuddin menegaskan jika pihaknya penanganan perkara Jaksa Pinangki dilakukan scara terbuka.

"Saya sebagai klarifikasi, yang pertama bahwa kami menangani perkara Pinangki secara terbuka. Dan saya tidak pernah menyampaikan apapun dengan penyidik, lakukan secara terbuka," jelas Burhanuddin, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Kamis (24/9/2020).

Baca juga :

Burhanuddin mememastikan jika perintah untuk menangani perkara itu secara terbuka, dia berikan meski namanya muncul dalam dakwaan Pinangki. Dia mengaku tak begitu peduli soal kemunculan namanya dalam dakwaan tersebut.

"Bahkan untuk dakwaan pun yang menyebut nama saya, saya tidak pernah peduli. Silakan, terbuka kami untuk dilakukan penyidikan. Dan teman-teman udah melakukan itu," ungkapnya.

Sekedar diketahui, insial BR sebagai pejabat Kejaksaan Agung muncul dalam action plan dakwaan Pinagnki. Dimana dalam action plan itu, BR mengirim surat ke HA untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono turut membenarkan jika inisial BR adalah Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Meski begitu, Ali menyebut Burhanuddin tak pernah menghalangi jaksa menyebut namanya dalam dakwaan.

"Betul Pak, nama besar sudah disebutkan dalam surat dakwaan. Di sana disebutkan bahwa inisial BR adalah Pak Burhanuddin, itu adalah Pak Jaksa Agung saya," kata Jampidsus Kejagung Ali Mukartono dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Kamis (24/9).

Sementara itu, Hatta Ali juga trut memberi penjelasan terkait inisial namanya. Dia mengaku difitnah dan menyebut namanya telah dijual oleh oknum tertentu. Hatta menegaskan jika dirinya tak pernah mengeluarkan fatwa guna mengoreksi keputusan PK.

"Mengenai fatwa MA yang dijanjikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, adalah hal yang sangat mustahil karena MA tidak pernah sekalipun mengeluarkan fatwa yang bersifat teknis untuk membatalkan atau mengoreksi keputusan PK. Permohonan fatwa itu sendiri tidak pernah diterima di MA," kata Hatta dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9).




Berita Lainnya

Anies Perpanjang PSBB Transisi Jakarta!

25/10/2020 12:40 - Anas Baidowi

Hina NU, Gus Nur Ceming Saat Ditangkap Polisi

24/10/2020 15:59 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA