Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Didakwa Pasal Berlapis, Gaji Jaksa Pinangki Nyaris Rp19 Juta Perbulan

Aisyah Isyana - 23/09/2020 18:40

Beritacenter.COM - Dalam sidang di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Rabu (23/9), Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan penghasilan Jaksa Piangki Sirna Malasari, sebagai PNS. Jabatan terakhir Pinangki, yakni Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung. Gaji perbulan yang didapat Pinangki selama 2019-2020, yakni sebesar Rp 18.921.750.

"Sebagai pegawai negeri Pinangki Sirna Malasari bergaji total Rp 18.921.750. Satu, gaji (sebesar) Rp 9.432.300. Dua, tunjangan kinerja (sebesar) Rp 8.757.600. Tiga, uang makan (sebesar) Rp 731.850," beber Jaksa saat membacakan surat dakwaan, Rabu (23/9/2020).

Selain itu, Jaksa juga mengungkap gaji suami Pinangki, Napitupulu Yogi Yusuf, sebagai anggota Polri, yakni Rp11 juta. Jaksa menyebut Pinangki tak memiliki sumber penghasilan tambahan resmi, maupun sumber penghasilan dari pencairan kredit Bank atau lembaga jasa keuangan lainnya di periode 2019-2020.

Diperiode itu, Pianangki menggunakan uang 444.900 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 6,2 miliar, guna menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

"Terdakwa mengetahui atau setidak-tidaknya patut menduga bahwa sejumlah uang yang ditempatkan, ditransfer, dibelanjakan, dibayarkan atau ditukarkan dengan mata uang rupiah tersebut berasal dari tindak pidana korupsi yang dilakukan terdakwa," ucap dia.

"Oleh karena tidak sesuai dengan pendapatan yang diperoleh serta tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh terdakwa asal-usul uang tersebut diperolehnya secara sah," sambung jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Pinangki didakwa telah menerima suap sebesar 500.000 dollar AS dari Djoko Tjandra, guna kepengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA). Adapun fatwa itu merupakan upaya Djoko Tjandra agar tak dieksekusi dalam kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, hingga drinya dapat kembali ke Indonesia tanpa menjalani vonis penjara 2 tahun

Uang yang diterima Pinangki dari Djoko Tjandra, digunakan sebanyak 50.000 dollar AS untuk diberikan ke rekannya terkait pengurusan Fatwa, yakni Anita Kolopaking. Sementara 450 ribu dollar AS lainnya diguakan untuk keperluan pribadi Piangki.

Sebanyak 337.600 dollar ditukar Pinangki ke rupiah dengan nilai sekitar Rp 4.753.829.000 dengan menggunakan nama orang lain. Pinangki menukar uang itu dengan menggunakan nama sopirnya, Sugiarto, staf suaminya, Beni Sastrawan, dam satu orang lainnya yang sudah tak diingat lagi namanya.

Setelah menukarkan uang, Pinangki kemudian membeli mobil mewah BMW X5, membayar penyewaan Apartemen Trump International di AS, membayar dokter kecantikan di AS, membayar dokter home care, dan membayar tagihan kartu kredit. Sementara sisi dollar AS lainnya digunakan untuk membayar sewa dua apartemen mewah di Jakarta Selatan.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Pinangki dijerat Pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Selain itu, Pinangki juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Terakhir, Pinangki didakwa melakukan permufakatan jahat dan dijerat Pasal 15 jo Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA