Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Diberikan Pembinaan, 9 Terapis Pijat Plus di Kelapa Gading Dibawa ke Panti Sosial di Kodoya

Aisyah Isyana - 22/09/2020 23:40

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan sembilan terapis tawarkan jasa pijat plus-plus dari sebuah panti di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Untuk diberikan pembinaan, terapis-terapis pijat plus-plus itu dibawa ke panti sosial di Kedoya, Jakarta Barat.

"Terkait khusus untuk terapis sebanyak sembilan orang ini sudah kita lakukan proses melalui Kasudin Sosial Jakut, sudah dicek bahwa sembilan orang ini, setelah didalami, terbukti PSK," kata Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Baca juga :

Nantinya, kesembilan terapis ini akan mendapat pembinaan selama kurang lebih 6 bulan hingga satu tahun, di panti sosial khusus perempuan di Kedoya, Jakarta Barat.

"Sudah dilakukan rapid test, karena akan segera kita langsung bawa ke Panti Kedoya khusus untuk perempuan. Mungkin akan menjalani pembinaan selama 6 bulan sampai 1 tahun," ujar Ali.

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Jakarta Utara melakukan penggerebekan di sebuah panti pijat plus-plus di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

"Adanya tindak pidana menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita sebagaimana diatur Pasal 296 KUHP juncto Pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana selama 1 tahun 4 bulan," kata Wakapolres Jakut AKBP Aries Andi dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Penggerebekan itu dilakukan polisi terhadap panti pijat Trendy Massage yang berlokasi di sebuah ruko di Gading Indah Blok V, Jl Raya Gading Kirana, Kelapa Gading, Senin (21/9). Tak hanya menyediakan jasa prostitusi, panti pijat itu juga telah melanggar protokol kesehatan di masa penerapan PSBB ketat di Jakarta.

"Dari hasil pemeriksaan, ditetapkan tiga orang tersangka yang bertanggung jawab terhadap kegiatan usaha tersebut di masa pandemi COVID-19 ini," kata Aries.

Adapun ketiga orang yang ditetapkan tersangka, yakni DD (46) sebagai supervisor, TI (26) sebagai kasir, dan AF (27) sebagai kasir. Pada penggerebekan itu, sebanyak 18 orang terapis dan pembantu turut diamankan polisi.




Berita Lainnya

Luhut Sebut Edhy Prabowo Kesatria, Ini Alasannya...

28/11/2020 00:27 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA