Wednesday, 28 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Mendagri Minta Agar Tak Ada 'Kerumunan Massa' di Penetapan Paslon Pilkada Besok

Aisyah Isyana - 22/09/2020 16:45

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau para pasangan calon untuk senantiasa menaati protokol kesehatan selama tahapan Pilkada 2020. Tito menyoroti soal penetapan pasangan calon yang lolos dan mengantisipasi terjadinya kerumunan massa.

"Kita mengantisipasi tahapan yang rawan kerumunan sosial yang bisa menjadi media penularan COVID-19, tanggal 23 besok itu adalah hari penetapan pasangan calon yang lolos atau tidak lolos oleh KPUD," jelas Tito dalam Rakor Kesiapsiagaan Penyelenggaraan Pilkada 2020 secara virtual, Selasa (22/9/2020).

Baca juga :

"Kemudian tanggal 24 pengambilan nomor urut pasangan calon. Dan setelah itu hari Sabtu akan dimulai kampanye selama 71 hari dan dilanjutkan selain masa tenang 3 hari, tanggal 9 (Desember) baru pemungutan suara," sambungnya.

Mendagri Tito menyebut pengumuman penetapan pasangan calon pada 23 September nanti tak akan mengundang para paslon. Menurutnya, pengumuman akan disampaikan melalui daring atau ditempelkan di kantor KPUD setempat.

"Besok tanggal 23 KPU sudah menyampaikan bahwa tidak ada undangan untuk pasangan calon atau tim suksenya, yang ada rapat pleno tertutup KPUD setelah itu mereka akan mengumumkan siapa yang lolos dan siapa yang tidak lolos sesuai dengan aturan yang ada dan diumumkan melalui website atau memasang di papan pengumuman kantor KPUD masing-masing," sebutnya.

Tito mengimbau ke para pasangan calon yang dinyatakan lolos untuk tidak membuat perayaan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Sementara untuk paslon yang tak lolos, Tito juga meminta untuk tidak melakukan pengumpulan massa dan melakukan aksi anarkis.

"Kerawanannya adalah bagi yang lolos mungkin akan euforia, muter-muter, konvoi, arak-arakan, tidak boleh sampai terjadi. Kemudian bagi yang tidak lolos mungkin kecewa, marah, tidak boleh terjadi pengumpulan massa aksi anarkis apalagi merusak kantor KPU dan lain-lain," sebut Tito.

Bagi pasangan calon yang tak lolos, Tito meminta agar mereka tetap mengikuti aturan yang disediakan. Mereka dapat mengajukan gugatan ke Bawaslu, tanpa harus rame-rame mengumpulkan massa.

"Mereka dikanalisasi, menggunakan aturan hukum yang ada yaitu bisa melakukan gugatan sengketa di Bawaslu daerah, dan Bawaslu wajib menerimanya, tapi tidak boleh rame-rame. Tidak boleh ada aksi anarkis, kekerasan," katanya.

Lebih lanjut Tito berharap tahap penyelenggaraan Pilkada 2020 dapat berjalan lancar dan aman. Dia juga berharap semua masyarakat aman dari penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Kita doakan bersama semua bisa aman, lancar, selamat, aman COVID-19, tidak terjadi aksi kekerasan anarkis dan pemilihan menghasilkan pemimpin yang betul-betul kuat dan mendapat dukungan rakyat dalam rangka penanganan COVID-19 dan dampak sosial ekonominya sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA