Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Kasus Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Baharuddin Kamal - 21/09/2020 12:30 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

FOKUS : Polisi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial terkait pengakuan wanita berinisial LHI yang mengaku diperas dan dilecehkan saat melangsukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Wanita itu diketahui melakukan rapid test lantaran hendak melangsungkan perjalanan ke Nias. Polda Metro Jaya turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan saat ini pihaknya telah meminta klarifikasi petugas kesehatan terkait cuitan wanita tersebut.

"Hasil cuitan itu sudah kami dalami dan kita sudah lakukan klarifikasi petugas kesehatan pada saat itu yang merupakan petugas kesehatan dari PT Kimia Farma," kata Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Baca juga : IDI Pastikan Dokter yang Lecehkan Wanita saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta Bukan Anggotanya

Dari keterangan yang didapat, lanjut Yusri, petugas yang waktu itu melakukan test kesehatan merupakan pihak dari PT Kimia Farma. Dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan pihak yang bersangkutan (PT Kimia Farma).

"Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma, yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi, karena kita pengen tahu dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan," imbuhnya.

Saat ini Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan investigasi terkait kasus tersebut. Polisi juga berharap agar korban mau membuat laporan.

"Mudah-mudahan hasil pagi ini kita bisa membuat laporan pengadunya untuk kita bisa mengambil tindak lanjutnya," katanya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi oknum petugas tersebut. Polisi secepatnya akan memeriksa oknum tersebut.

"Termasuk pelakunya ini yang inisialnya EFY. Secepatnya kita lakukan pemeriksaan untuk bisa menentukan tindak lanjut ke depannya seperti apa dari kasus pelecehan kepada si pengadu ini," tambahnya.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA