Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

IDI Pastikan Dokter yang Lecehkan Wanita saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta Bukan Anggotanya

Baharuddin Kamal - 20/09/2020 12:55 Ikatan Dokter Indonesia.

Beritacenter.COM - Viral di media sosial seorang wanita berinisial LHI mengaku dilecehkan oleh oknum dokter saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Menanggapi hal itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan bahwa oknum dokter itu bukanlah anggota.

"Sejauh ini kami cek di database IDI identitas yang bersangkutan itu tidak ditemukan. Artinya, bukan bagian dari Ikatan Dokter Indonesia," kata Pejabat Humas Pengurus Besar IDI, Halik Malik, Minggu (20/9/2020).

Halik mengatakan, oknum dokter yang diketahui berinisial EFY bukanlah anggotanya. Karena, setiap anggota IDI mempunyai kartu keanggotaan serta surat tanda registrasi sebagai dokter.

"Anggota IDI itu adalah mereka yang terdaftar di database IDI online dan pada umumnya memiliki Kartu Anggota IDI. Kemudian, secara berkala dokter-dokter itu kan di registrasi ya, secara terpusat oleh Konsil Kedokteran Indonesia dan memiliki STR, surat tanda registrasi itu berlaku lima tahun," jelasnya.

Dia memastikan bahwa EFY bukanlah bagian dari IDI. Sebab, pemeriksaan rapid test tidak harus dilakukan oleh dokter saja, melainkan petugas medis yang sudah terlatih juga bisa melalukan pemeriksaan rapid test.

"Untuk pemeriksaan itu kan tergantung metodenya. Misalnya tes swab itu ada pelatihan tersendiri, rapid test meskipun sederhana juga ada pelatihannya. Itu kalau kami ketahui tidak harus oleh dokter langsung lakukan, perawat analis atau petugas lainnya yang terlatih juga bisa," ujarnya.

Untuk diketahui, Kasus ini terungkap saat LHI membagikan cerita melalui akun Twitter @listongs. Melalui sebuah thread, dia membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan seksual saat menjalani pemeriksaan rapid test di Bandara Soetta pada Minggu, 13 September 2020. LHI saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias, Sumatera Utara.

LHI mengaku, tiba terminal 3 pada pukul 4 pagi, untuk melakukan tes di tempat resmi yang disediakan pihak bandara. Dia mengaku yakin bahwa hasil tes akan nonreaktif, namun ternyata hasilnya dinyatakan reaktif.

Dia mengaku telah berniat membatalkan penerbangannya. Namun dokter yang melakukan pemeriksaan disebut justru menawarkan perubahan data atas hasil rapid.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA