Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Bareskrim Naikkan Kasus Kebakaran Kejagung ke Penyidikan, Tersangka Segera Dirilis

Kita akan segera melakukan penyidikan, lakukan pemeriksaan terhadap potensial potensial suspek, saksi, yang kemudian bisa kita tingkatkan menjadi tersangka dan secepatnya kita akan rilis

Aisyah Isyana - 17/09/2020 15:50

Beritacenter.COM - Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, menduga adanya unsur pidana di kasus kebakaran yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung. Dalam kasus ini, Bareskrim dan Kejagung telah sepakat meningkatkan status awal penyelidikan, naik ke tahap penyidikan terkait insdien kebakaran gedung Kejagung.

"Kita sepakat dalam gelar tadi untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan dengan dugaan Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP," ungkap Komjen Listyo Sigit Prabowo di gedung Bareskrim, Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Baca juga :

Amukan si jago merah di gedung Kejagung disebut bermula dari lantai 6 ruang rapat biro kepegawaian, kemudian menjalar ke seluruh isi gedung, sekitar pukul 18.15 WIB, Sabtu (22/8) lalu. Listyo menyinggung soal adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa kebakaran itu. Untuk itu, Bareskrim akan memeriksa sejumlah saksi dan segera menetapkan tersangka.

"Kita akan segera melakukan penyidikan, lakukan pemeriksaan terhadap potensial potensial suspek, saksi, yang kemudian bisa kita tingkatkan menjadi tersangka dan secepatnya kita akan rilis," ucap Listyo.

Nantinya, jelas Listyo, akan ada dua pasal yang dapat dikenakan terhadap tersangka kebakaran gedung Kejagung, yakni Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP. Tersangka pembakar gedung Kejagung terancam pidanan seumur hidup.

Adapun bunyi kedua pasal itu, yakni : "Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam 1.dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang; 2. dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain;3. dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati," bunyi Pasal 187 KUHP.

"Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidnna denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati," bunyi Pasal 188 KUHP.

Bareskrim sebelumnya juga sempat membeberkan fakta-fakta terkait kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung, setelah melakukan gelar perkara. Salah satunya yakni soal kemunculan api.

"Asal api diduga dari lantai 6 ruang rapat biro kepegawaian lalu menjalar ke ruangan serta lantai lain," kata Sigit.

Guna mengungkap kasus kebakaran di Kejagung, tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak 6 kali. Tim juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 131 saksi dan CCTV di lokasi.




Berita Lainnya

KKP Lantik 1.132 Pejabat Fungsional

22/10/2020 14:25 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA