Saturday, 26 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

Heboh Broadcast Undangan Grup WA 'Pergi ke Surga', BNPT : Kita Pantau, Masyarakat Waspada

Jadi informasi seperti ini juga merupakan bagian yang kita lakukan monitoring dan antisipasi terhadap konten-konten tersebut. karena berpotensi untuk mencelakakan masyarakat

Aisyah Isyana - 17/09/2020 14:26

FOKUS : Terorisme

Beritacenter.COM - Heboh, beredar pesan berantai atau broadcast message soal grup WhatsApp yang diduga terkait dengan ISIS. Dalam hal ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan akan melakukan pemantauan grup diduga ISIS.

Adapun pesan berantai itu diketahui ramai beredar di aplikasi WhatsApp, Kamis (17/2/2020), dimana isi pesan itu berisi soal peringatan untuk mewaspadai adanya grup WA 'To Firdaus we ascend'. Grup ini santer disebut-sebut sebagai grup diduga milik jaringan ISIS.

"Izin menginfokan. Sudah ada grup WA dengan nama ("To Firdaus we ascend/ke surga kita pergi"), jika di-Invite/diundang jangan ikut bergabung, WA ini milik ISIS/Daesh. Jika bergabung maka anda tidak bisa keluar dari grup. Agar berhati-hati, sebarkan kepada keluarga & sahabat anda," tulis pesan berantai itu.

Menanggapi hal itu, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar menyebut jika informasi seperti itu merupakan bagian dari propaganda jaringan terorisme. Untuk itu, dia meminta masyarkat agar selalu waspada.

"Pertama,berkaitan dengan konten informasi mengarah kepada hal-hal terkait ajakan untuk semacam merupakan propaganda ya. Terkait dengan konten di media sosial yang nuansanya propaganda sekaligus ajakan untuk melakukan aktivitas terkait kegiatan teror ya,tentunya masyarakat perlu waspada," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar kepada wartawan.

Boy mengimbau agar masyarakat tidak langsung mempercayai soal adanya informasi yang beredar di media sosial. Pasalnya, Boy menyebut jaringan-jaringan terorisme memang kerap memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan propaganda.

"Jadi karena di informasi yang beredar di dunia maya ini ya tentu tidak semuanya informasi yang bermanfaat dan baik kepada masyarakat. Jadi perlu kita mewaspadai ajakan-ajakan untuk bergabung dalam suatu percakapan grup media sosial, karena memang hari ini progapanda pelaku jaringan terorisme itu mengandalkan sosial media dalam menyebarluaskan konten-kontennya," ujar Boy.

"Jadi penyebarluasan yang sifatnya paham radikal intoleran itu antara lain memanfaatkan sosial media. Jadi masyarakat perlu waspada dan memilih informasi yang bermanfaat. Jika ada hal-hal propaganda yang sifatnya provokatif, mengajak untuk bergabung untuk mengarah ke kegiatan-kegiatan terorisme sebagusnya diabaikan," lanjutnya.

Lebih lanjut Boy memastikan jika pihaknya terus melakukan pemantauan terkait beredarnya informasi yang berhubungan dengan jaringan terorisme. Menurutnya, informasi-informasi seperti itu dapat menyesatkan masyarkat, dimana jika masyarakat tidak waspada sehingga dapat mudah dihasut untuk menjadi bagian jaringan terorisme.

"Jadi informasi seperti ini juga merupakan bagian yang kita lakukan monitoring dan antisipasi terhadap konten-konten tersebut. karena berpotensi untuk mencelakakan masyarakat. Bila warga tak menyadari tentu bisa mengarah pada kegauatan-gautan, bergabung, secara tidak sadar mengikuti, apalagi generasi muda. Yang penting kita perlu waspada karena dari sosmed inilah yang memang banyak dijadikan sarana penyebarluasan tadi, termasuk perekrutan," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA