Wednesday, 28 Oct 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Negara Maju Borong Setengah dari Persedian Vaksin Covid-19, Bagaimana Nasib yang Lain

Anas Baidowi - 17/09/2020 11:10 Vaksin Virus Corona (Covid-19)

Beritacenter.COM - Setengah dari persediaan vaksin Covid-19 potensial di Dunia dikabarkan telah dibeli oleh Negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS). Jepang dan Inggris. Hal tersebut diketahui dari organisasi anti-kemiskinan internasional, Oxfam, pada Rabu (16/9/2020) waktu setempat.

Oxfam menyebutkan bahwa negara-negara yang masuk dalam golongan kaya itu diketahui telah membeli sekitar 51 persen persediaan vaksin Covid-19. Padahal, jumlah mereka hanya 13 persen dari populasi dunia.

Menurut data yang telah dikumpulkan oleh Oxfam dari analis Airfinity. Pihak oxfam berhasil menganalisa kesepakatan yang telah terjadi antara negara pembeli dan penyedia vaksin Covid-19.

Dari analisa tersebut, Oxfam berhasil menghitung sebanyak 5,9 miliar vaksin akan dihasilkan oleh lima organisasi yakni AstraZeneca, Gamaleya Rusia, Moderna, Pfizer dan Sinovac China. Jumlah vaksin tersebut hanya dapat digunakan untuk 3 juta orang, dimana jumlah itu kurang dari setengah populasi dunia, jika setiap orang membutuhkan dua dosis vaksin.

Dalam laporannya, Oxfam menyebut bahwa kesepakatan pasokan vaksin telah disetujui untuk 5,3 miliar dosis. Sebanyak 2,7 miliar dosis di antaranya, atau 51 persen dari total persediaan vaksin Covid-19 telah dibeli negara-negara maju seperti Inggris, AS, Australia, Jepang, Swiss, Israel, Hong Kong dan Macau, juga Uni Eropa.

Sisanya sebanyak 2,6 miliar dosis telah dibeli atau dijanjikan kepada negara-negara berkembang termasuk India, Bangladesh, China, Brasil, Indonesia dan Meksiko.

Menurut informasi, Robert Silverman dari Oxfam mengatakan bahwa Astra Zeneca akan menyisihkan dua pertiga dari total vaksinnya untuk negara-negara berkembang.

"Akses ke vaksin penyelamat nyawa tidak seharusnya bergantung pada tempat tinggal Anda atau berapa banyak uang yang Anda miliki," ucapnya.

"Pengembangan dan persetujuan vaksin yang aman dan efektif sangat krusial, tapi yang sama pentingnya adalah memastikan vaksin-vaksin itu tersedia dan terjangkau untuk semua orang," imbuhnya.




Berita Lainnya

Arab Saudi Kecam Keras Karikatur Nabi Muhammad

27/10/2020 13:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA