Monday, 28 Sep 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Kocak...! Sih Mulut Besar "Said Didu" Protes Ke Boss Djarum Terkait PSBB Jakarta, Pegiat Sosial : Said Didu "BODOH DAN TUMPUL LOGIKA"

Indah Pratiwi Budi - 16/09/2020 15:00 Oleh: Rudi S Kamri

FOKUS : PSBB

Beritacenter.COM - Belum alam ini Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu kembali mempertontonkan kebodohan di depan publik dengan mengirimkan surat untuk kepada Boss Kelompok Djarum Robert Budi Hartono.

Terkait dengan penerapan PSBB di DKI Jakarta oleh Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Kebodohan Said Didu itu mendapatkan sorotan dari pegita media sosial Rudi S Kamri.

Rudi S Kamri membuat artikel untuk Said Didu yang berjudul "Said Didu Dan Kebodohan Seorang Yang Tumpul Logika."

Said Didu salah satu pentolan kelompok KAMI sedang mempertunjukkan kebodohan di depan publik. Karena memprotes Boss Kelompok Djarum Robert Budi Hartono yang mengirim surat yang intinya tidak setuju dengan penerapan PSBB Rem Darurat Anies Baswedan, serta merta membuat Said Didu membuat pengumuman ke publik bahwa dia tidak mau lagi merokok Djarum Super.

"Setelah 25 tahun saya merokok Djarum Super, hari ini saya putuskan membuang dan tidak sudi lagi merokok Djarum," begitu kira-kira cuitannya di media sosial.

Jujur, sebagai sesama alumni almamater yang sama, saya malu punya kakak kelas sekualitas Said Didu. Selama ini dia berkoar-koar protes kepada Pemerintah hampir tidak ada henti, lalu kenapa dia mencoba membungkam orang lain untuk bersuara? Ini arogansi natural model kadrun yang sangat tidak demokratis. Semua orang yang berbeda pendapat dengan mereka dianggap salah. Orang lain tidak boleh bersuara, hanya mereka yang berhak bersuara. Ini adagium kelompok mereka. Mereka berhak mengkritisi kelompok lawan, tapi kalau bagian dari kelompok mereka dikritik mereka akan mencak-mencak sambil membuang rokok.

Logika yang dibangun Said Didu sangat norak bin konyol. Sebagai bagian masyarakat Indonesia, Robert Budi Hartono atau siapa saja punya hak penuh untuk tidak bersetuju dengan kebijakan pejabat siapapun termasuk Anies Baswedan yang berpotensi destruktif dan berdampak negatif bagi kehidupan dan kemaslahatan rakyat Jakarta. Hanya karena Said Didu satu gerombolan dengan Anies Baswedan maka dia terlihat kebakaran jenggot. Padahal jenggotnya ada enam helai, itupun tidak tumbuh sempurna.

Di sisi lain Said Didu secara tidak sengaja membuat pengumuman ke publik kalau ternyata Anies Baswedan itu adalah bagian dari kelompok mereka (baca: KAMI). Meskipun sudah menjadi bisik- bisik tetangga tentang hal tersebut. Namun di sisi lain Said Didu juga mengumumkan ke dunia akherat betapa tololnya dia karena sudah 25 tahun lebih merokok tidak ada henti. Bukan contoh yang baik dari seorang publik figur.

Tapi itulah Said Didu, manusia yang menghabiskan diri menjadi menjadi manusia yang selalu merasa paling benar. Tapi Said Didu lupa ujaran konyolnya di twitter menjadi promosi gratis dari rokok Djarum Super. Orang yang anti Said Didu termasuk saya sekarang berlomba-lomba mencari rokok Djarum Super.

Hidup Djaruum

Salam SATU Indonesia
16092020




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA