Tuesday, 22 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

2 Hari Gelar Operasi Yustisi, Petugas Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 88,6 juta

Anas Baidowi - 16/09/2020 11:44 Operasi Yustisi Polda Metro Jaya

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya bersama petugas gabungan yang menggelar operasi yustisi di DKI Jakarta, selama 2 hari , yakni hari Senin (14/9) dan Selasa (15/9) berhasil mengumpulkan denda sebesar Rp 88,6 juta.

Operasi yustisi merupakan upaya pemprov agar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat DKI Jakarta berjalan dengan sukses.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana saat ditemui di Terminal Grogol, Jakarta Barat mengatakan bahwa denda yang telah terkumpul sepenuhnya untuk masyarakat

"Ini baik Pemprov, TNI kemudian Polri, kejaksaan dan pengadilan tadi ini untuk nilai denda sebesar Rp 88.660.500 selama 2 hari ya. Ini sebenarnya semuanya untuk masyarakat," kata Irjen Nana Sujana, Rabu (16/9/2020).

Selain denda, dalam pelaksanaan operasi yustisi petugas juga memberikan sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan. Dalam kurun waktu 2 hari, Nana mencatat sebanyak 9.734 orang harus menjalani sanksi sosial itu.

"Kemudian selama dua hari terakhir tanggal 14 dan tanggal 15 untuk untuk teguran ada 2.971 kemudian sanksi sosial 6.279 orang. Kemudian denda itu ada 484 orang jadi total sanksi ini sekitar 9.734 orang. Jadi cukup besar cukup banyak yang kena sanksi," tuturnya.

Operasi yustisi ini dilakukan agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Virus Corona (Covid-19). Mengingat laju penularan Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat.

"Kita menginginkan masyarakat ini mematuhi protokol kesehatan khsusunya 3M. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak khususnya dalam pemakaian masker ini," ungkapnya.

Baca Juga: Jakarta PSBB Total, Polri : Kami akan Gelar Operasi Yustisi, Sanksi Warga yang Melanggar

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa dalam melaksanakan pengawasan secara ketat dalam penerapan protokol kesehatan dengan cara menggelar operasi yustisi. Dalam pelaksanaannya, pemerintah membentuk petugas gabungan yang terdiri dari Pemda, Polri, TNI hingga Kejaksaan yang bertindak sebagai petugas operasi yustisi.


"Hasil rapat kemarin memang kita akan membentuk satgas-satgas, baik itu di tingkat provinsi yang isinya sama semuanya dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pengadilan dan kejaksaan. Satuan tugas untuk melakukan yustisi penindakan kepada masyarakat," kata Kombes Yusri Yunus, Selasa (15/9/2020).

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, yusri menjelaskan bahwa nantinya akan ada 8 titik sebagai check point pengawasan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA