Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

MUI Garut Kutuk Panguyuban Pengubah Lambang Pancasila : Itu Aliran Sesat !

Baharuddin Kamal - 13/09/2020 13:23 Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir.

Beritacenter.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir angkat bicara terkait Paguyuban Tunggal Rahayu yang mengubah lambang Pancasila. Dia menyebutkan bahwa Panguyuban tersebut adalah aliran sesat.

"Aliran sesat. MUI sangat mengutuk terhadap kelompok itu. Termasuk kegiatannya," ucap Munir, Minggu (13/9/2020).

Dia menjelaskan, MUI mengutuk Panguyuban tersebut lantaran dari hasil penelusuran serta data yang dikumpulkan terkait paguyuban yang bermarkas di Cisewu tersebut.

MUI menemukan ada kegiatan-kegiatan di Paguyuban Tunggal Rahayu yang tidak masuk akal. "Karena ada unsur mistis. Mistis yang tidak rasional," katanya.

"Contohnya seperti adanya bank gaib lah, bisa mengambil uang dan menciptakan uang asli segala macam," ujar Munir menambahkan.

Dia berharap proses hukum kepada pimpinan Paguyuban Tunggal Rahayu, Mister Sutarman, terus berjalan. "Untuk masyarakat kami imbau tetap tenang. Jangan diikuti," tutup Munir.

Sebelumnya diketahui, Paguyuban Tunggal Rahayu yang bermarkas di Kecamatan Cisewu, Garut ini tengah membuat geger lantaran aksi mereka merubah lambang Pancasila.

Kemunculan Paguyuban Tunggal Rahayu ini dibenarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut. Kepala Kesbangpol Wahyudijaya mengatakan, beberapa waktu lalu perwakilan paguyuban sempat datang ke kantornya.

Kedatangan para utusan paguyuban itu dikatakan Wahyu hendak meminta izin legalitas kepada Pemda Garut.

"Jadi, beberapa waktu lalu memang sempat datang ke kita mengajukan izin terkait legalitasnya," ucap Wahyu, Selasa (8/9).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA