Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

Presiden Disurati Orang Terkaya di Indonesia: 'Keputusan PSBB Anies Tidak Tepat'

Anas Baidowi - 13/09/2020 10:38

Beritacenter.COM - Pemilik grup Djarum, Budi Hartono mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana PSBB yang kembali akan diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Orang terkaya di Indonesia itu dalam suratnya mengatakan, pemberlakuan PSBB tidak tepat kerana terbukti tidak efektif untuk menurunkan tingkat pertumbuha enfeksi virus Covid-19 di Jakarta.

Kata Budi, Jakarta telah memberlakukan PSBB sekian lama, namun angka kasus masih tetap naik. Kapasitas rumah sakit di DKI Jakarta tetap akan mencapai maksimum dengan atau tidak pemberlakuan PSBB lagi.

"Hal ini disebabkan seharusnya pemerintah daerah atau pemerintah pusat harus terus menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk menangani lonjakan kasus," tulis Budi Hartono.

Budi Hartono pun kemudian memberikan saran bahwa hal yang perlu diperbaiki untuk menahan atau mengendalikan laju peningkatan infeksi di Indonesia pada umumnya dan di Jakarta pada khususnya adalah dengan penegakan aturan dan pemberlakuan sanksi atas tidak disiplinnya sebagian kecil masyarakat dalam kondisi new normal.

Tugas untuk memberikan sanksi atau hukuman tersebut adalah tugas kepala daerah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta. Jadi jangan karena membesarnya jumlah kasus terinfeksi Covid-19 kemudian Gubernur mengambil satu keputusan jalan pintas yang tidak menyelesaikan permasalahan sebenarnya.

Saran kedua adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus bersama-sama meningkatkan kapasitas isolasi masyarakat.

Saran ketiga adalah pemerintah harus melaksanakan tiga hal testing, isolasi, tracing dan treatment. Sejauh ini masih banyak kekurangan daam hal isolasi dan contact tracing.

Sedangkan saran keempat yang disampaikan oleh orang terkaya Indonesia Budi Hartono adalah perekonomian harus tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat yang menjadi motor perekonomian dapat terus terjaga kesinambungan kehidupan bermaysarakat.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA