Saturday, 26 Sep 2020
Temukan Kami di :
Politik

Guru Besar IPDN Sarankan Pilkada Tak Langsung di Tengah Pandemi

Anas Baidowi - 11/09/2020 17:09

Beritacenter.COM - Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan mengusulkan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 yang rencananya akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang dilakukan secara tidak langsung atau dipilih oleh DPRD setempat.

Djohan berharap pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020, mengingat laju penularan Covid-19 yang terus meningkat,

Untuk itu, ia menyarankan apabila kedepannya ada kondisi darurat, pemerintah bersama dengan pihak terkait untuk menerik rem pelaksanaan pilkada serentak 2020.

"Nah itu KPU bawaslu bersama pemerintah dan DPR sepakat untuk misalnya menunda ke tahun 2021," kata Djohan dalam Webinar Nasional bertajuk 'Penyelenggaraan Pilkada serentak yang aman dan edukatif di masa pandemi Covid-19', Jumat (11/9/2020).

Jika memang pilkada harus tetap berjalan, Djohan menyarankan pelaksanaan pilkada dilakukan secara tidak langsung atau dipilih oleh DPRD.

Menurutnya, pelaksanaan pilkada secara tidak langsung dapat meminimalisir munculnya klaster baru Covid-19, pasalnya pilkada kali ini dilaksanakan di tengah pandemi.

"Tidak usah langsung Pilkadanya di 270 daerah itu, Pilkadanya cukup lewat DPRD saja, tapi dibarengi perubahan undang-undang. Khusus untuk kali ini, supaya tidak membahayakan keselamatan rakyat lalu kita gelar Pilkada di DPRD di 270 daerah itu," ujarnya.

"Nanti ke depan kembali lagi secara nasional. Itu salah satu opsi yang penting kita catat," Pungkasnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA