Monday, 02 Aug 2021
Temukan Kami di :
News

Bahas Kebijakan Keluar-Masuk Jakarta, Anies Undang Gubernur Jabar dan Banten Siang Ini

Baharuddin Kamal - 10/09/2020 11:39 Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Beritacenter.COM - DKI Jakarta akan kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal tersebut dikarenakan meningkatnya jumlah pasien terpapar virus Corona (Covid-19). Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan juga akan mengundang Gubernur, wali kota hingga bupati di Jawa Barat dan Banten untuk membahas lebih lanjut terkait pelaksanaan PSBB pada siang ini, Kamis (10/9/2020).

"Jadi jam 2 siang nanti saya mengundang Gubernur Jabar, Gubernur Banten kemudian Wali Kota Bekasi, Bupati Bekasi, Wali Kota Bogor, Bupati Bogor, Wali Kota Depok, Bupati Tangerang, Wali Kota Tangerang, dan Wali Kota Tangsel, kita akan rapatkan tentang pelaksanaan PSBB sehingga pelaksanaannya bukan hanya d Jakarta, tapi kita sinkronkan," jelas Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dia menjelaskan, rapat tersebut nantinya akan membahas ebih lanjut terkait format pelaksanaan PSBB DKI Jakarta.

"Nah formatnya, isi policy dan lain-lain baru nanti akan dibahas jam 2 siang. Saya bisa menyampaikan bahwa nanti akan ada rapat. Nanti hasilnya akan kita sampaikan," imbuh Anies.

Selain itu, lanjut Anies, pertemuan itu juga akan membahas kebijakan keluar-masuk DKI Jakarta, termasuk penggunaan kembali Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) pada PSBB ini.

Lebih lanjut, Anies mengatakan, dengan adanya PSBB ini seluruh aktivitas perkantoran yang non-esensial ditiadakan mulai Senin 14 September dan diganti dengan bekerja dari rumah. Pembatasan kendaraan dengan ganjil-genap juga ditiadakan.

"Kemudian lalin akan ada pembatasan kendaraan umum jumlahnya dan jumlah penumpang per kendaraan. Lalu ganjil-genap akan ditiadakan mulai tanggal 14 September. Jadi itu sebagian dari kebijakan. Nanti detailnya," katanya.

Anies datang ke Polda Metro Jaya untuk menghadiri kampanye terkait protokol kesehatan. Pada kampanye tersebut, Anies menekankan pentingnya penggunaan masker.

"Oleh karena itu kampanye ini harus kita dukung dan kita gaungkan. Pentingnya, untuk tidak nyaman demi keselamatan. Karena pakai masker itu harus diakui tidak nyaman," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA