Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Polisi soal Anita Kolopaking Tolak Perpanjangan Penahanan : Itu Hak Prerogatif Penyidik!

Aisyah Isyana - 07/09/2020 20:55

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian menyatakan jika pemeriksaan terhadap pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking, masih belum cukup. Atas alasan itu lah kemudian polisi memperpanjang masa penahanan terhada Anita.

"ADK ini dilakukan penahanan sejak tanggal 8 Agustus sampai dengan 27 Agustus selama 20 hari. Kemudian karena belum cukup belum selesai pemeriksaannya sehingga dilakukan perpanjangan penahanan dari tanggal 28 September sampai 6 Oktober 2020," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Senin (7/9/2020).

Baca juga : Adik Jaksa Pinangki Kembali Jalani Pemeriksaan Terkait Kasus Djoko Tjandra

Dalam hal ini, Awi menyebut perpanjangan masa penahanan Anita sesuai dengan Pasal 24 dalam KUHAP. Lantaran pemeriksaan dan penyelidikan terhadap tersangka belum selesai, jelas Awi, dengan beguitu diberikan tambahan waktu 40 hari kedepan untuk pemeriksaan kembali.

"Hal tersebut diatur di Pasal 24 KUHAP bahwasanya memang kalau penyidik dalam waktu 20 hari masa penahanan belum selesai pemeriksaannya, penyidikannya, diberikan kewenangan melalui izin ke JPU. Kita diberikan waktu 40 hari ke depan untuk penahanan dan pemeriksaan kembali," tuturnya.

Awi menegaskan jika perpanjangan masa penahanan merupakan hak prerogatif penyidik Bareskrim Polri. "Ya tidak ada apa, relevansinya dengan penyidik. Dan itu hak prerogatif dari penyidik," jelas Awi.

"Selama kasus itu bergulir dan penyidik masih membutuhkan waktu dalam artian proses penyidikannya belum selesai dan penahanannya 20 hari pertama habis tentunya melakukan perpanjangan penahanan atas seizin JPU," pungkasnya.

Sebelumnya, Anita Kolopaking menolak perpanjangan penahanan Bareskrim. "Jadi saya bisa sampaikan, perpanjangan penahanan itu sudah dilakukan. Tapi ada penolakan dari Ibu Anita untuk memperpanjang masa tahanannya," kata pengacara Anita, Tommy Sihotang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Senin (7/9/2020).

Penolakan itu disebut Tommy berhubungandengan pokok perkara. "Kenapa ditolak, yaitu dia tadi. Ada hubungannya dengan materi masalahnya. Kalau dibilang, itu kan subjekif atau objektif kan gitu. Dua-duanya menurut kami tidak memenuhi syarat," katanya.

"Jadi penyidik membuat berita acara penolakan perpanjangan penahanan. Kalau itu betul, ditolak diperpanjang," tambahnya.

Untuk diketahui, Anita Kolopaking sebelumnya mencabut permohonan praperadilan atas penetapan status tersangka di kasus surat jalan Djoko Tjandra. Pencabutan permohonan itu disampaikan tim pengacara di sidang pertama.

"Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, bahwa selama belum ada jawaban dari termohon. Setelah mempertimbangkan segala hal dan juga berkonsultasi dengan pemohon principal dengan ini kami nyatakan kami mencabut permohonan praperadilan ini. Kami sudah siapkan suratnya akan disahkan, atau dibacakan, tergantung kesepakatan, karena intinya sama mencabut permohonan," ujar pengacara Anita, Tommy Sihotang, di persidangan di PN Jaksel, Ampera Raya, Jaksel, hari ini.

Pencabutan permohonan praperadilan itu kemudian dikabulkan hakim tunggal yang menangani praperadilan Anita, Akhmad Sahyuti. Untuk itu, PN Jaksel tak akan melanjutkan perkara Anita.

"Menimbang, bahwa terhadap pemohonan ini, menimbang bahwa pencabutan permohonan pemohon tidak bertentangan hukum, maka dapat dikabulkan. Menetapkan praperadilan dinyatakan dicabut," kata hakim tunggal, Sahyuti.

Praperadilan untuk melawan penetapan status tersangka yang disematkan Bareskrim sempat diajukan Anita Kolopaking. Dalam kasus ini, Anita Kolopaking ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga membantu pelarian Djoko Tjandra, terpidana kasus korupsi hak tagih (cassie) Bank Bali. Saat ini, Anita ditahan di rutan Bareskrim Polri.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA