Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Bareskrim Polri Tangkap 3 Pelaku Kasus Penipuan Terkait Pembelian Ventilator Covid-19, 1 WNA Masih Buron

Anas Baidowi - 07/09/2020 15:30 Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo

Beritacenter.COM - Tim Breskrim Polri berhasil mengungkap kasus penipuan terkait pembelian ventilator dan monitor Covid-19. Sindikat kejahatan internasional yang berjumlah tiga orang pelaku ditangkap.

Kronologi kasus penipuan tersebut berawal dari adanya perusahaan italia, Althea Italy dan perusahaan asal China, Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak kerjasama jual-beli peralatan medis berupa ventilator dan monitor Covid-19.

"Beberapa kali pembayaran tekah dilakukan kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut kemudian menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran sehingga kemudian atas pesan yang masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran dirubah menggunakan bank di Indonesia," kata Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2020).

Setelah Interpol Indonesia mendapatkan informasi terkait adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia, informasi itu kemudian di teruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri.

Selanjutnya, tim Bareskrim Polri langsung melakukan penelusuran dan menduga adanya tindak pidana oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia. Modus penipuan yang dilakukan adalah BEC (Business Email Compromise) dimana perusahaan korban, Althea Italy telah melakukan transfer sebanyak tiga kali senilai Rp 56 Miliar ke rekening salah satu bank di Indonesia.

Sejauh ini, sebanyak tiga pelaku yaitu SB, R dan TP telah ditangkap tim Bareskrim Polri. Sedangkan DM yang merupakan warga negara Asing (WNA) masih dalam proses pengejaran.

Selain itu, barang bukti berupa uang pada rekening dengan jumlah Rp 56 miliar, 2 unit mobil, dan aset berupa tanah dan bangunan di daerah Banten dan Sumatera beserta dokumen perusahaan telah diamankan oleh petugas.

"Atas kerja sama dari Interpol Italia, Interpol Indonesia, Bareskrim Polri dan dibantu rekan-rekan PPATK kita berhasil menangkap pelaku di mana kita tangkap di 3 tangkap yaitu di Jakarta di Padang dan kemudian di Bogor, jadi dari kegiatan tersebut maka kita telah mengamankan uang pada rekening penampungan yang ada di rekening bank Syariah senilai Rp 56 M," ujar Sigit.

para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU No.3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) tentang ITE Jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.




Berita Lainnya

Jual Pil Koplo Dikaleng Biskut, Ilyas Dicokok Polisi

20/10/2020 09:20 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA