Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Perlu Dievaluasi, Ganjil-Genap di Jakarta Dinilai Hanya Timbulkan Masalah Baru

Aisyah Isyana - 04/09/2020 07:35

Beritacenter.COM - Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta menyebut kebijakan ganjil-genap kendaraan bermotor di Jakarta perlu dievaluasi. Terlebih, kebijakan ini juga mendapat sorotan Satgas COVID-19, yang dikhawatirkan berdampak pada kepadatan penumpang KRL.

"Harus dievaluasi. Kebijakan ganjil genap hanya akan menimbulkan masalah baru di tengah kasus COVID-19 yang terus meningkat," ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino saat dihubungi, Kamis (3/9/2020).

Baca juga :

Kebijakan ganjil-genap di masa pandemi COVID-19, jelas Wibi, dikhawatirkan menyebabkan klaster baru di angkutan umum. Tak hanya itu, kebijaakan ganjil-genap juga akan menyulitkan warga dalam mencari nafkah.

"Ganjil genap hanya akan membuat masyarakat semakin sulit mencari nafkah ditambah semakin tinggi tingkat penularan COVID-19 di klaster transportasi umum," kata Wibi.

Sekedar diketahui, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, sebelumnya menyebut aturan ganjil-genap motor akan berdampak pada meningkatnya aktivitas dan mobilitas warga di transprotasi umum. Dia meminta agar kebijakan itu dapat dievaluasi lagi, apakah benar penerapan ganjil-genap dapat berkontribusi dalam penyebaran virus.

"Kami lihat bahwa dengan adanya ganjil genap terlihat ada peningkatan transportasi, mobilitas penduduk. Dan ini tentunya menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat, apakah memiliki kontribusi dalam tingkat penularan dan bagaimana selanjutnya untuk bisa dikendalikan," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8).

Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo juga mengungkapkan hal serupa, dimana dia juga meminta agar kebijakan itu dapat dievaluasi kembali. Doni menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (3/9). Doni juga sebelumnya menyebut pihaknya telah menggelar video conference dengan Pemprov DKI dan sejumlah Kementerian dan lembaga, Minggu (31/8), untuk membahas ganjil-genap.

"Didapatkan data bahwa setelah adanya kebijakan ganjil-genap untuk DKI terdapat peningkatan untuk transportasi kereta api sebesar 3,5 persen, dari rata-rata sekitar 400 ribu penumpang per hari," kata Doni.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA