Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Pengusaha Akui Kebijakan KKP Era Menteri Edhy Bikin Usaha Perikanan Bergairah

Lukman Salasi - 31/08/2020 14:50

BeritaCenter.COM – Langkah strategis dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Menteri Edhy Prabowo. KKP melakukan aksi jemput bola dalam melayani sertifikasi ekspor.

Langkah yang dilakukan KKP di era Menteri Edhy ini diakui oleh pelaku usaha mampu bikin usaha perikanan bergairah.

"KKP bikin industri perikanan bergairah," ujar Breva Rizqi D. Nugraha, pelaku usaha perikanan di Kupang, NTT, Minggu (30/8/2020).

Akibat kemudahan yang diberikan KKP, usaha perikanan yang dikelola Breva pun bisa mendapatkan Health Certificate (HC) dan Sertifikat Persetujuan Muat (SPM) dari KKP. Menteri Edhy sendiri yang menyerahkan sertifkat ke Breva.

Dengan sertifikat itu, usaha perikanan yang dikelola Breva kini bisa melakukan ekspor langsung dari Kupang ke negera tujuan. Sehingga bisa menghemat biaya dan lama pengiriman ke negara tujuan.

Selama ini, kata Breva, sebelum Menteri Edhy bikin gebrakan, bila ingin ekspor harus melalui Jakarta, Surabaya, atau Bali.

Menurut Breva, pada 10 September 2020 nanti, 1 kontainer ikan beku akan dikirim langsung ke Singapura. Selain negara tersebut, ikan-ikan olahan Breva juga dikirim ke Amerika Serikat dan Australia.

"Dengan banyaknya bantuan kemudahan dalam pengurusan perizinan ekspor, otomatis membuat kami semakin bersemangat dalam berproduksi," aku Breva.

PT Matsyaraja Arnawa Stambhapura (AMS) merupakan satu-satunya usaha pengolahan ikan di Kupang yang beroperasi sejak awal tahun 2020. Ikan yang diolah rata-rata berjenis demersal, meliputi anggoli, kakap merah, hibgga kakap bongkok.

Hasil produksinya berupa ikan utuh dan fillet dalam bentuk segar juga beku. Terhitung sejak April 2020, usaha perikanan ini sudah 10 kali melakukan ekspor dengan nilai mencapai Rp14 miliar.

"Produksi kami di angka 2-3 ton per hari, dan di musim puncak bisa 10 ton per harinya. Permintaan itu sangat tinggi, tinggal bagaimana kita bisa menangkap peluang pasar yang diimbangi dengan dukungan dari pemerintah untuk mempermudah pengiriman," terangnya.

Terkait aksi jemput bola layanan ke pelaku usaha, Menteri Edhy Prabowo menjelaskan hal itu merupakan realisasi dari arahan Presiden Joko Widodo terkait reformasi birokrasi. Langkah ini juga sebagai upaya KKP mendorong produktivitas pelaku usaha. Menteri Edhy jamin kemudahan pelayanan yang diberikan KKP bebas dari pungutan.

"Harus ada solusi agar ekonomi masyarakat tumbuh. Saya juga pastikan tidak ada pengutan-pungutan," tegas Menteri Edhy.

Pihaknya, kata Menteri Edhy, juga bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung usaha perikanan di provinsi yand dipimpin Viktor Laiskodat tersebut. Pemda punya tim percepatan ekspor yang didalamnya ada tim dari KKP.

"Sinergi itu perlu agar maksimal hasil yang mau dicapai," pungkas Menteri Edhy.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA