Sunday, 29 Nov 2020
Temukan Kami di :
Ekonomi

Pengusaha Ikan di NTT Apresiasi Aksi Jemput Bola KKP: 'Usaha Perikanan Semakin Bergairah'

Anas Baidowi - 30/08/2020 10:10

FOKUS : KKP

Beritacenter.COM - Pelaku usaha perikanan di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku langkah strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah komando Menteri Edhy Prabowo, membuat industri perikanan bergairah. Aksi jemput bola KKP dalam melayani sertifikasi ekspor memacu pelaku usaha untuk meningkatkan produksi.

"KKP bikin industri perikanan bergairah," ujar Breva Rizqi D. Nugraha, pengelola usaha perikanan di Kupang, Minggu (30/8/2020).

Usaha perikanan yang dikelola Breva kini bisa melakukan ekspor langsung dari Kupang ke negara tujuan, setelah kemarin menerima Health Certificate (HC) dan Sertifikat Persetujuan Muat (SPM). Menteri Edhy sendiri yang menyerahkan sertifkat ke Breva.

Breva menjelaskan, selama ini bila ingin ekspor harus melalui Jakarta, Surabaya, atau Bali. Sehingga ekspor langsung ini bisa menghemat biaya dan lama pengiriman ke negara tujuan.

Pada 10 September 2020 nanti, 1 kontainer ikan beku akan dikirim langsung ke Singapura. Selain negara tersebut, ikan-ikan olahan Breva juga dikirim ke Amerika Serikat dan Australia.

"Dengan banyaknya bantuan kemudahan dalam pengurusan perizinan ekspor, otomatis membuat kami semakin bersemangat dalam berproduksi," aku Breva.

PT Matsyaraja Arnawa Stambhapura (AMS) merupakan satu-satunya usaha pengolahan ikan di Kupang yang beroperasi sejak awal tahun 2020. Ikan yang diolah rata-rata berjenis demersal, meliputi anggoli, kakap merah, hibgga kakap bongkok.

Hasil produksinya berupa ikan utuh dan fillet dalam bentuk segar juga beku. Terhitung sejak April 2020, usaha perikanan ini sudah 10 kali melakukan ekspor dengan nilai mencapai Rp14 miliar.

"Produksi kami di angka 2-3 ton per hari, dan di musim puncak bisa 10 ton per harinya. Permintaan itu sangat tinggi, tinggal bagaimana kita bisa menangkap peluang pasar yang diimbangi dengan dukungan dari pemerintah untuk mempermudah pengiriman," terangnya.

Sementara itu Menteri Edhy Prabowo menjelaskan aksi jemput bola layanan ke pelaku usaha merupakan realisasi dari arahan Presiden Joko Widodo terkait reformasi birokrasi. Langkah ini juga sebagai upaya KKP mendorong produktivitas pelaku usaha.

"Harus ada solusi agar ekonomi masyarakat tumbuh. Saya juga pastikan tidak ada pengutan-pungutan," tegas Menteri Edhy.

Menteri Edhy menerangkan, pihaknya juga bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung usaha perikanan di provinsi yand dipimpin Viktor Laiskodat tersebut. Pemda punya tim percepatan ekspor yang didalamnya ada tim dari KKP.

"Sinergi itu perlu agar maksimal hasil yang mau dicapai," pungkas Menteri Edhy.




Berita Lainnya

Data Ekonomi Positif Bikin Harga Emas Anjlok

24/11/2020 09:16 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA