Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Wahid Dijerat Hukuman Mati Karena Nikat Hidup-hidup Pacarnya Karena Hamil

Anas Baidowi - 30/08/2020 08:45

Beritacenter.COM - Aksi remaja berusia 18 tahun nekat membunuh pacarnya dengan cara mengikat kaki dan tangan kemudian ditenggelamkan hingga tewas. Aksi keji dilakukan sang pacar bernama wahid (18) bersama rekannya Candra (18). Pelaku diancam hukuman seumur hidup.

Kasubbag Humas Polres Pesawaran AKP AS Siregar mengatakan, perempuan yang jadi korban bernama Dwi Ana (16). Wahid nekat menghabisi Dwi dengan cara sadis karena takut orang tuanya tahu bahwa pacarnya hami.

"Dari korban pelaku tidak mencuri barang-barang korban, memang niatnya mau menghabisi korban, sehingga kedua pelaku ini di jerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman seumur hidup atau mati," kata Siregar, Sabtu (29/8).

Wahid dan Chandra sudah mempersiapkan barang yang digunakan untuk menenggelamkan korban. Keduanya menggunakan alasan klenik demi meyakinkan korban.

Kepada korban, kedua pelaku mengatakan bahwa harus melakukan ritual tersebut untuk menggugurkan kandungan. Meski korban sempat memberontak, keduanya tetap menjalankan tindakan keji itu.

"Untuk motif, pacaranya (wahid) menghamili korban. Setelah hamil gitu, kemudian berupaya menggugurkan. Jadi dibuat skenario berobat secara klenik alias dukun. Jadi dengan proses ritual gimana harus diikat. Lalu diikat tangan dan kakinya," kata Kapolres Pesawaran, AKBP Vero Aria Radmantyo dalam keterangan terpisah.

"Awalnya korban direbahkan. Tali sudah dibawa mereka, disiapkan di bawah jok motor. Setelah diikat, korban Sempat berontak. Kemudian pacar meyakinkan 'nggak apa-apa'. Kemudian diangkat, digotong ke saluran sungai," tambahnya.

Jasad korban lalu ditemukan warga yang sedang memancing di Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Jumat (21/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat dievakuasi, tangan dan kaki korban dalam kondisi terikat.

Polisi lalu melakukan penyelidikan setelah menerima laporan penemuan mayat oleh warga. Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda pada Minggu (23/8).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA