Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Internasional

PM Selandia Baru Apresiasi Humuman Seumur Hidup ke Penembak Brutal 51 Muslim

Aisyah Isyana - 27/08/2020 17:37

Beritacenter.COM - Vonis penjara seumur hidup yang dijatuhkan kepada pelaku penembakan yang menewaskan 51 jemaah masjid di Christchurch, disambut baik Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern. Dia menyebut pelaku layak mendapat 'kebungkaman total' seumur hidupnya, terkait perbuatan keji tak manusiawi yang dilakukannya.

Aksi penembakan brutal itu dilakukan Brenton Tarrant pada Maret 2019 lalu, menargetkan para jemaah Masjid Al Noor dan Majid Linwood di Christchurch. Aksi penembakan yang membuat heboh publik Selandia Baru itu terjadi saat para jemaah menunaikan ibadah salat jum'at, seperti dilansir AFP, Kamis (27/8/2020).

Baca juga : Pelaku Penembakan Brutal 'Pembantai' 51 Muslim di Masjid Selandia Baru Dihukum Penjara Seumur Hidup

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, hakim Cameron Mander dalam putusannya menjatuhkan vonis maksimum, yakni hukuman penjara seumur hidup, terhadap Tarrant (29) yang berkewarganegaraan Australia. Vonis penjara sumur hidup itu merupakan yang pertama kali terjadi di pengandilan Selandia Baru.

Terkait vonis yang diberikannya, hakim Mander menilai jika tindak kejahatan yang dilakukan Tarrant merupakan yang terkeji dan tak manusiawi. Menurutnya, hukuman penjara seumur hidup pun tak cukup untuk menembusnya.

Sebagaiamana dalam sidang putusan yang berlangsung selama empat hari itu, pihak keluarga serta 90 orang yang selamat dari insiden itu, sempat menceritakan kengerian serangan yang menjadi trauma bagi para korban.

Menyikapi vonis penjara seumur hidup itu, PM Ardern, dalam tanggapannya langsung memuji 'kekuatan' komunitas muslim di Selandia Baru setelah vonis dijatuhkan pengadilan. Dia berharap mereka dapat merasakan hangatnya pelukan Selandia Baru.

"Tidak ada yang bisa menghilangkan rasa sakitnya, tapi saya harap Anda bisa merasakan pelukan Selandia Baru di sekitar Anda selama keseluruhan proses ini," ucapnya.

"Trauma 15 Maret tidak mudah disembuhkan, tapi hari ini saya berharap ini menjadi yang terakhir di mana kita memiliki alasan untuk mendengar atau menyebut nama teroris di balik itu," ujar PM Ardern, yang dipuji secara luas atas respons tegasnya terhadap penembakan brutal itu.

"Dia pantas untuk mendapatkan kebungkaman total seumur hidup," tandasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA