Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Peringatan Keras BANSER Terhadap Bupati HTI: Rakyat Harus Menolaknya

Anas Baidowi - 27/08/2020 11:28

Beritacenter.COM - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih melakukan aktifitasnya meski pemerintah membubarkan organisasi tersebut. Untuk diketahui diberbagai negara menolak keras gerakan Hizbut Tahrir (HT) pengusung sistem khilafah. Sejumlah negara yang menolak HT antara lain Arab Saudi, Suriah, Turki, Rusia, Jerman, Malaysia, dan Yordania.

Belakangan muncul isu mengejutkan bahwa Bupati Majene Fahmi Massiara adalah anggota HTI. Bahkan kabarnya, bupati petahana itu bersama istrinya jadi dewan penyantuh HTI.

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas merespon isu bupati dari dikalangan HTI itu. Ia menegaskan bahwa HTI sudah dilarang di Indonesia sehingga tidak boleh lagi menyebarkan soal khilafah.

"Kalau terbukti dia (Fahmi Massiara) bergabung dengan HTI, rakyat Majene harus menolaknya dengan tidak memilih dia kembali," Tegas Gus Yaqut, Kamis (27/8).

"Kalau perlu, jika terbukti, KPUD tidak usah meloloskan pencalonannya," lanjutnya.

Sebelumnya, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengaku bakal melakukan kroscek atau tabayyun mengenai masalah Bupati Majene Fahmi Massiara sebagai anggota HTI. "Nanti saya akan tanyakan terlebih dahulu ya, ke teman-teman di Majane," kata mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.

Di Indonesia, banyak dari kalangan nasionalis, para tokoh Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda menganggap para anggota dan simpatisan HTI sangat minim pengetahuannya dalam sejarah bangsa ini. Di mana banyak sudah pengorbanan nyawa dan darah para kiai, santri, para tokoh nasionalis bahkan generasi sebelumnya ada yang gugur dalam usia muda, demi keutuhan bangsa dan negara ini dalam ideologi Pancasila.

Pemerintah Indonesia pun menilai HTI telah melanggar larangan sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 59 ayat (4) Undang-Undang RI. Selain kerap memicu konflik di masyarakat, juga karena benturan dalam hal yang sangat prinsip dalam berbangsa dan bernegara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA