Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Megawati Sindir Gerakan KAMI: 'Mereka Ingin Jadi Presiden Kenapa Nggak Bikin Partai'

Anas Baidowi - 27/08/2020 09:02

Beritacenter.COM - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyindir gerakan moral Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dimotori oleh Gatot Nurmantyo dan kawan-kawan. Mega menyebut harusnya Gatot cs membentuk partai politik karena gerakan itu banyak individu yang ingin menjadi presiden RI.

"Jadi kemarin-kemarin ini ada pemberitaan ada orang kan yang membentuk KAMI, itu KAMI. Di situ keyaknya banyak banget yang kepengin jadi presiden," kata Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8).

KAMI yang sebut sebagai gerakan moral itu diketahui dideklarasikan di Tugu Proklamasi (Tuprok) pada Selasa (18/8/2020) dan dihadiri oleh sejumlah tokoh politik hingga tokoh agama. Mereka adalah Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani. Belakangan Amien Rais juga mendukungnya.

Putri Soekarno itu mengatakan jika nama-nama yang tergabung dalam KAMI tersebut berkeinginan mencalonkan diri menjadi orang nomor 1 di Indonesia, tentu harus didukung oleh partai politik. Mega menyebut begitulah aturan pencalonan di Pilpres.

"Peraturan di republik ini, tata kenegaraan, tata pemerintahan, termasuk yang namanya Pilkada dan Pemilu, maka seorang harus mencari partai, dukungan, usungan," katanya.

Namun, masih ada jalur independen untuk mencalonkan diri. Megawati lagi-lagi mengingatkan, jalur independen artinya tidak kawan di parlemen.

"Banyak orang yang tidak berpartai mencoba masuk lewat independen. Tidak ada salahnya, hanya jangan lupa, independen kalau jadi dia tidak punya fraksi lho. Jadi bagaimana kalau akan bicarakan namanya pemerintahan di daerah, kan harus ada toh pemerintahan melalui bupati/wali kota/gubernur, kan harus bicara dengan DPRD I atau nasional," sebut Megawati.

"Itu juga gitu, gimana coba kalau gitu, mikir, kan PR (pekerjaan rumah)," sambungnya.

Presiden ke-5 itu menyarankan agar KAMI membentuk partai politik saja. "Saya itu mikir, lah daripada bikin KAMI seperti itu, kenapa ya nggak dulu bikin partai ya," ungkapnya.

Sebelum munculnya pertanyaan itu, KAMI telah lebih dulu memberikan penjelasan. Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani menyebut deklarasi dari Gatot Nurmantyo Cs itu adalah gerakan moral.

"Dalam dunia demokrasi itu tidak hanya sekadar partai politik, ada juga civil society dan sebagainya. Jangankan jadi partai politik, jadi ormas pun kita belum ada pikiran dari para deklarator. Ini kan gerakan moral politik atau sosial kontrol," kata Ahmad Yani kepada wartawan, Kamis (20/8).

Ahmad Yani menegaskan kelompok masyarakat diberi ruang di negara demokrasi ini. Dia menjelaskan konstitusi mengatur kebebasan berkumpul dan berserikat.

"Kelompok masyarakat yang tergabung dalam civil society itu sah dan di berikan ruang, dan diberikan datar pijakannya secara konstitusional yaitu kebebasan berserikat, berkumpul, berpendapat yang ada di undang-undang kita," ujarnya.




Berita Lainnya

Indonesia Divaksin, Netizen Malaysia "Sewot"

15/01/2021 19:30 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA