Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :

Soroti Positivity Rate Corona 10% di DKI, PAN Kritik Anies Izinkan Bioskop Dibuka Kembali

Tapi kembali lagi, wewenang di Gubernur. Cuma saya kok teringat waktu itu Pak Anies bilang mengambil keputusan based on data. Sekarang datanya menunjukkan positivity rate 10% di DKI,

Aisyah Isyana - 26/08/2020 17:16

Beritacenter.COM - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk mengizinkan bioskop dibuka kembali ditengah pandemi COVID-19, mendapat kritikan dari Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN, Zita Anjani. Dia menyarankan agar hal itu ditunda dulu sementara waktu.

"Ya kalau saya saran tunda dulu lah, ini kita sedang berjuang lawan COVID bukan sedang enak-enakan," ucap Zita Anjani dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).

Baca juga :

Untuk sementara ini, Zita berharap agar semua pihak dapat menahan diri, mengingat dampak pandemi ini turut dirasakan semua pihak. Zita menyoroti soal dunia pendidikan yang dinilainya lebih penting ketimbang urusan hiburan.

"Kalau ada 1 pihak yang merasa paling terdampak, bagaimana dengan dunia pendidikan kita, terlebih anak-anak yang sudah hampir 6 bulan tidak bisa bersekolah. Kalau bioskop mau buka, apa urgensinya?" sebut Zita.

Untuk itu, dia berharap semua pihak dapat mengesampingkan ego, dan kewenangan untuk membuka bioskop ada di Anies selaku Gubernur. Dia menyoroti soal positivity rate Corona di Jakarta yang berada di angka 10%.

"Tapi kembali lagi, wewenang di Gubernur. Cuma saya kok teringat waktu itu Pak Anies bilang mengambil keputusan based on data. Sekarang datanya menunjukkan positivity rate 10% di DKI," ucapnya.

"Dan pak gubernur pernah bilang tidak akan segan untuk tarik emergency break. Mudah-mudahan masih ingat ya dengan apa yang disampaikan," sambung Zita.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pembukaan kembali bioskop di jakarta dalam waktu dekat. Saat ini, Anies mengaku tengah menyusun reguliasi terkait teknis dan aturan untuk para pengunjung bioskop.

"Pertama kita akan menyiapkan regulasi secara lengkap, dan regulasi itu memasukkan semua unsur yang tadi disampaikan Prof Wiku. Pertama soal kualifikasi siapa saja yang bisa ikut menonton di biskop, kedua soal pemesanan tiket yang semua harus dilakukan secara online, dan tidak ada pembelian tiket di lokasi," kata Anies dalam tayangan yang disiarkan langsung di YouTube BNPB, Rabu (26/8).

"Kemudian juga tentang masker, filtrasi udara, lalu pembersihan secara teratur, kemudian juga pengaturan tempat duduk di dalam bioskop, dan kewajiban untuk mentaati prinsip 3 M untuk para karyawan dan proses menuju dan keluar dari lokasi," lanjutnya.




Berita Lainnya

FITNAH YANG LEBIH KEJAM KEPADA PDIP

07/10/2020 14:30 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA