Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Entertainment

Begini Protokol Pembukaan Bioskop di Tengah Pandemi COVID-19

Lukman Salasi - 26/08/2020 13:15

BeritaCenter.COM – Pemerintah akan segera mengizinkan pembukaan bioskop-bioskop di tengah pandami COVID-19. Pembukaan bioskop ini nantinya harus memperhatikan dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapan pemerintah.

Pemerintah menyampaikan 10 poin berkaitan dengan protokol pembukaan bioskop. Pertama, soal pembatasan usia. Orang berusia lanjut tidak boleh ikut nonton film di bioskop. Orang yang punya banyak penyakit juga tidak boleh masuk bioskop.

"Kami menyarankan pengunjung bioskop dan sinema mengingat adanya faktor risiko di masyarakat, kami sarankan yang datang adalah masyarakat dengan usia dengan rentang di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun. Dan, tidak memiliki penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit jantung, kencing manis, ginjal, dan imunitas rendah lainnya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito lewat siaran langsung di kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (26/8/2020).

Orang lansia dengan penyakit penyerta berisiko tertular COVID-19 dan virus Corona bisa menjadi mematikan untuk yang bersangkutan. Maka petugas bioskop perlu menapis orang-orang yang hendak masuk ke bioskop.

"Selain itu tidak ada gejala batuk dan demam lebih 38 derajat celsius, pilek, flu, bersin, dan sesak napas," kata Wiku.

Kedua, pemesanan tiket harus dilakukan secara daring, tidak boleh dilakukan lewat transaksi fisik di lokasi. Dengan pemesanan online, maka data soal siapa saja yang masuk bioskop akan lebih mudah dilacak otoritas, penularan COVID-19 bisa lebih terkendali.

Ketiga, jaga jarak. Antrian masuk dan keluar harus menerapkan protokol jaga jarak minimal 1,5 meter. Saat di dalam bioskop juga demikian. Kapasitas di dalam bioskop hanya boleh 50% dari kapasitas normal supaya jaga jarak bisa diterapkan.

"Pastikan bahwa antrean masuk dan keluar dari bioskop/cinema dijaga dengan ketat, menjaga jarak dengan baik, paling tidak 1,5 meter sehingga tidak teradi kontak dengan pengunjung," kata Wiku.

Dalam penerapan protokol kesehatan ini, penyelenggara bioskop juga harus dilatih supaya bisa menjaga kedisplinan pengunjung.

Keempat, mewajibkan semua pengunjung dan petugas di area bioskop untuk mengikuti protokol kesehatan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Penonton disarankan mengenakan face shield atau pelindung wajah. Masker adalah wajib.

"Kami menyarankan masker yang digunakan paling tidak dengan kemampuan filtrasi setara atau lebih baik dari masker bedah," kata Wiku.

Penonton film tidak boleh makan dan minum di ruangan bioskop. Durasi waktu dibatasi.

"Pembatasan waktu di dalam ruangan bioskop atau cinema dijaga, tidak lebih dari dua jam," kata Wiku.

Kelima, fasilitas game arcade ditutup sementara. Keenam, menyiapkan alat pemeriksaan suhu tubuh pada pintu masuk bioskop. Ketujuh, menentukan pintu masuk dan pintu keluar yang berbeda.

Kedelapan, meyediakan fasilitas cuci tangan pada pintu masuk dan keluar area bioskop dan ruangan teater serta titik kerumun lain. Perluada air dan sabun serta hand sanitizer berbasis alkohol minimal 70%.

Kesembilan, bioskop menyediakan masker, face shield, dan hand sanitizer untuk pengunjung yang akan menonton film.

Kesepuluh, pihak bioskop harus membersihkan pegangan pintu, rail tangga, dan permukaan benda-benda fasilitas umum yang rawan tersentuh/disentuh. Pembersihan dilakukan berkala minimal 1 jam sekali.




Berita Lainnya

ini Alasan Millen Cyrus Konsumsi Narkoba

24/11/2020 16:05 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA