Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Polisi Beberkan Asal-Muasal Senpi yang Digunakan Penembak Bos Pelayaran di Jakut

Aisyah Isyana - 25/08/2020 21:19

Beritacenter.COM - Di kasus penembakan di Kelapa Gading, Jakut, polisi membeberkan asal-usul senjata api (senpi) yang digunakan tersangka Dikky Mahfud (50) untuk menembak bos pelayaran, Sugianto (51). Polisi menyebut senjata api yang digunakan Dikky mengeksekusi korban hingga tewas, ternyata milik tersangka Ir Arbain Junaedi (56).

"Bagaimana insinyur AJ ini membeli senjata dengan inisial T dengan perantara seseorang, ini dilakukan tahun 2012 lalu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jaksel, Selasa (25/8/2020).

Baca juga : Rekonstruksi Penembakan Kelapa Gading, Tersangka Kembalikan Imbalan Atas Dalih Amaliah

Kepemilikan senjata api itu, jelas Yusri, sudah ada sejak 2012 silam. Arbain mengaku memiliki senjata itu dengan alasan untuk jaga-jaga. Senjata inilah yang kemudian dipakai Dikky untuk mengeksekusi korban.

"Jadi memang sudah membeli senjata itu sudah lama dengan keperluan untuk jaga-jaga dari Ir J ini. Inilah senjata yang dipakai untuk melakukan eksekusi oleh pelaku D di TKP," ujar Yusri.

Sebelum menjalankan aksinya, tersangka Arbain juga sempat mengajari Dikky bagaimana cara menembak. Tersangka Dikky baru belajar menembak H-1 sebelum aksi penembakan, atau tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2020.

Diberitakan sebelumnya, aksi penembakan berujung maut menimpa bos pelayaran Sugianto (51), di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekira pukul 12.00 WIB, Kamis (13/8). Aksi penembakan itu dilakukan saat korban hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang.

Dari kasus ini, polisi kemudian meringkus 12 orang tersangka, yakni Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Baca juga : Polda Metro Gelar Rekonstruksi Penembakan Maut Bos Pelayaran di TKP Ruko Kelapa Gading

"Dari hasil pengungkapan ini, jadi ada 12 tersangka sindikat pembunuhan yang tentunya dengan berbagai peran. Sebagai otak pelaku, kemudian yang merencanakan, kemudian ada yang mencari senjata api, sebagai joki, eksekutor dan ada juga yang membawa senjata api," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dalam jumpa pers, Jakarta, Senin (24/8).

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama penjara 20 tahun.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA