Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Rekonstruksi Penembakan Kelapa Gading, Tersangka Kembalikan Imbalan Atas Dalih Amaliah

Aisyah Isyana - 25/08/2020 16:45

Beritacenter.COM - Syahrul (58), salah satu tersangka penembakan maut di Kelapa Gading, Jakut, disebut telah mengembalikan uang Rp20 juta imbalan mengeksekusi bos pelayaran, Sugianto (51). Dia berdalih mengembalikan uang imbalan itu karena melakukan amaliah.

Terungkapnya hal itu setelah polisi menggelar adegan rekonstruksi pada Selasa (25/8/2020). Tersangka Syahrul diketahui bertugas mengendarai motor berbocengan bersama Dickky Mahfud, eksekutor penembak korban.

Saat rekonstruksi digelar, tersangka Syahrul memperagakan adegan berkumpul dengan tersangka Dikky Mahfud dan Ruhiman (42) di rumahnya. Dirumah Ruhiman lah Dikky Mahfud kemudian diketahui memberi uang ke tersangka Syahrul.

Baca juga : Polda Metro Gelar Rekonstruksi Penembakan Maut Bos Pelayaran di TKP Ruko Kelapa Gading

"Adegan 34 F. Tersangka Mahfud menyerahkan uang Rp 20 juta ke Syahrul," kata Noor membacakan adegan rekonstruksi.

Meski begitu, Syahrul kemudian mengembalikan uang itu ke Ruhiman dengan alasan melakukan pekerjaan itu dengan dalih amaliyah. Saat melakukan pekerjaan itu, dia mengaku tak pernah dijanjikan untuk menerima uang dari gurunya.

Syahrul diketahui merupakan salah satu murid dari almarhum Ustad NG, yang merupakan sosok yang disegani tersangka dan juga ayahanda dari tersangka utama Nur Luthfiah (37). Guna meyakinkan eksekutor agar mau membantunya, Nur Luthfiah juga sempat berpura-pura kesurupan kemasukan arwah sang ayah.

"Tersangka Syahrul setelah dapat uang Rp 20 juta kemudian mengembalikan uang itu ke Ruhiman dengan alasan tidak pernah dijanjikan bayar dan menerima (uang) dari gurunya," ujar Noor.

"Tersangka Syahrul mengembalikan uang Rp 20 juta ke Ruhiman karena menganggap pekerjaan ini adalah pekerjaan amaliah dan tidak pernah dijanjikan beri uang," sambung Noor.

Diberitakan sebelumnya, aksi penembakan berujung maut menimpa bos pelayaran Sugianto (51), di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekira pukul 12.00 WIB, Kamis (13/8). Aksi penembakan itu dilakukan saat korban hendak pulang ke rumahnya untuk makan siang.
Dari kasus ini, polisi kemudian meringkus 12 orang tersangka, yakni Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus tersangka Ruhiman, Dikky Mahfud, Syahrul, Mohammad Rivai, Dedi Wahyudi, Ir Arbain Junaedi, Sodikin, Suprayitno, dan Totok Hariyanto. Sementara tersangka Rosidi dan Sarmada ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Terakhir, tersangka Nur Lutfiah ditangkap tim Polres Metro Jakut dibawah pimpinan Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama penjara 20 tahun.




Berita Lainnya

Polisi Tindak Tegas Dua Jambret di JPO Jakbar

16/01/2021 00:38 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA