Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

Pakar Sejarah Jawa: Film Jejak Khilafah Sebuah Khayalan Untuk Propaganda

Anas Baidowi - 24/08/2020 09:56 Sejarawan Ingris Peter Carey

Beritacenter.COM - Video Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan pada Kamis (20/8) dan diklaim sebagai film sejarah lebih mendekati sebuah khayalan untuk kepentingan propaganda ketimbang dokumenter. Materi yang digunakan sama sekali tidak didukung data atau arsip kesejarahan yang valid antara lain terkait hubungan Diponegoro maupun kesultanan-kesultanan Islam di Jawa Sebelumnya Turki Utsmani.

Prof Peter Carey yang selama 40 tahun meneliti sejarah Jawa dan Diponegoro mengatakan, setiap bantuan yang pernah diterima Diponegoro biasa dituliskan dalam Babad. Ia mencontohkan adanya bantuan dari kerajaan di Buleleng Bali atau pasukan Bugis di Makassar.

"Tapi Babad Diponegoro sama sekali tidak menyebutkan adannya bantuan dari Turki Usmani, baik pasukan, persenjataan, atau sekedar dukungan moral," kata Peter dikutip dari Detikcom.

Tidak hanya itu, ia juga mendapat penjelasan dari koleganya di Istanbul-Turki, Dr Ismail Hakki Kadi yang meneliti banyak arsip di era Turki Utsmani tidak menemukan informasi adanya kontak antara Raden Patah (1475-1518) dari Demak dengan Turki Utsmani.

"Film Jejak Khilafah ini dibuat tanpa punya pijakan kearsipan sejarah. Ini semacam khayalan," tegas Peter yang menulis sejumlah buku terkait Perang Jawa dan Diponegoro.

Meski demikian, Sebagai akademisi Peter tak setuju jika terjadi penyensoran atau pelarangan terhadap film tersebut. Tapi, justru harus menjadi pendorong bagi pihak-pihak yang tertarik mengenai isu tersebut untuk melakukan riset dan kajian secara lebih tekun dan profesional.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA