Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Terbongkar : Dubes Palestina Merasa Dibohongi, Tidak Ingin Diseret Menetang Pemerintah

Indah Pratiwi Budi - 22/08/2020 13:12 Oleh : Agung Wibawanto

FOKUS : KAMI

Nah kan, baru juga sehari mulai terbongkar drama kebohongan. Din Syamsudin selaku deklarator merangkap penyelenggara deklarasi KAMI, kemarin, mengundang Dubes Palestina. Tentu harusnya Din tahu bahwa Kedubes dan Dubes harus bersikap netral terhadap dinamika politik dalam negeri dari negara tuan rumah. Apalagi Indonesia selalu support Palestina sebagai negara merdeka. Hubungan kedua negara sangat baik.

Lantas mengapa Dubes Zuhair Al-Shun menghadiri acara deklarasi? Pihak Kedubes pun memberi klarifikasi bahwa kehadiran Dubes Zuhair di acara KAMI sama sekali bukan untuk tujuan politik. Dubes Zuhair hanya diundang Din Syamsuddin via WhatsApp terkait acara 17-an, "Pak Dubes tidak tahu menahu tentang koalisi. Tentang undangan yang beliau tahu itu pure diundang Pak Din Syamsuddin karena menghargai Pak Din sebagai sahabat," ujar pihak Kedubes, Selasa (18/8).

Lebih lanjut pihak Kedubes menjelaskan, Dubes Palestina sudah pulang dari acara sekitar pukul 14.30 WIB. Pihak Kedubes Palestina mengaku kaget melihat komentar negatif di media sosial, sebab Dubes Zuhair tak punya niat politik dalam deklarasi KAMI. Ketika diundang oleh Din Syamsuddin, Dubes Zuhair mengira acara itu terkait 17 Agustus. Pihak Kedubes Palestina menegaskan sama sekali tidak berniat ikut campur dunia politik di Indonesia.

"Beliau (Dubes Zuhair) menghargai Pak Din Syamsuddin karena mengundang beliau secara langsung melalui WhatsApp di peringatan 17 Agustus," ujarnya. Kedubes Palestina menegaskan tak ada niat sama sekali menentang pemerintah sah di Indonesia. Apalagi selama ini Jokowi dianggap pro perjuangan rakyat Palestina. Dukungan itu bahkan jauh lebih besar dari yang diberikan Turki sebagai negara Islam tetangga.

"Selama ini pemerintah Indonesia tetap konsisten dengan Palestina dan kita tidak ikut campur dalam politik dalam negeri Indonesia karena bukan ranah Palestina," kata pihak Kedubes Palestina. Selama ini Dubes Zuhair pun konsisten untuk tidak menghadiri acara politik partai di Indonesia. Sebab, ia tak ingin dianggap memihak dan menciderai kepercayaan yang sudah diberikan presiden Jokowi kepada Palestina sebagai negara sahabat.

"Pak Dubes selau diundang salah satu partai untuk perayaan pun beliau tidak pernah datang karena beliau tidak mau memihak ke salah satu partai, apalagi yang against pemerintah," tegas mereka. Jadi, mengapa harus teriak bangga KAMI didukung Palestina? Dalam dunia politik itu diistilahkan dengan klaim. Diundang dan datang maka dianggap mendukung, padahal gak tahu apa acaranya. (Awib)

Caption: Yang salah yang datang karena menghargai undangan dan tidak mau cari tahu acaranya, atau yang mengundang tidak terbuka soal acaranya? Menjadi pelajaran buat kita. Seperti biasa, saya hanya menulis menyampaikan kabar. Silahkan dicerna oleh masing-masing. Pastinya, sambil nulis ini saya terus tertawa. Acara deklarasi dibilang 17-an? Andai saya panitia pengundang pasti malu sekali. Mau boong tapi ketauan..

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA