Saturday, 24 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

BMKG Sebut Gempa Magnitudo 6,9 di Laut Banda Karena 'Deformasi Lempeng'

Aisyah Isyana - 21/08/2020 13:57

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara soal gempa magnitudo (M) 6,9 yang mengguncang kawasan Laut Banda. BMKG menyebut gempa ini terjadi lantaran adanyanya deformasi lempeng.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Jumat (21/8/2020).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," lanjutnya.

Gempa di laut Banda ini terjadi sekira pukul 11.09 WIB. Adapun episenter gempa ini berada di koordinat 6,84 LS dan 123,48 BT, tepatnya di laut pada jarak 165 kilometer tenggara Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Gempa berada pada kedalaman 586 kilometer.

BMKG menyampaikan beberapa dampak yang dirasakan akibat gempa M 6,9 di laut Banda, yakni :

1. Waingapu III-IV MMI (Getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi)
2. Mataram, Sumbawa Besar III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
3. Kota Bima, Ende, Ruteng, Kairatu, Banda II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)
4. Tambolaka, Kendari, Kupang, Ternate dan Alor II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Sejuah ini, masih belum ada laporan soal dampak kerusakan yang diakibatkan oleh gempa di Laut Banda. BMKG mengimbau agar masyarkata tetap tenang. Sejauh ini, BMKG meyebut gempa itu tak berpotensi menimpbulkan tsunami.

"Hingga Jumat, 21 Agustus 2020 pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan M 5,0. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami," ujar Rahmat.




Berita Lainnya

Hina NU, Gus Nur Ceming Saat Ditangkap Polisi

24/10/2020 15:59 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA