Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Sebut Trump Presiden Gagal, Kamala Harris : Kegagalan Kepemimpinannya Merenggut Nyawa!

Kegagalan kepemimpinan Donald Trump telah merenggut nyawa dan mata pencaharian

Aisyah Isyana - 20/08/2020 21:20

Beritacenter.COM - Calon Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Kamala Harris, menyebut kegagalan kepemimpinan Presiden Donald Trump telah merunggut nyawa. Kritikan itu dilontarkan Harris menyikapi tanggapan Trump soal pandemi COVID-19 yang telah menyebabkan kematian yang tak perlu dan kesengsaraan ekonomi bagi warga Amerka.

"Kegagalan kepemimpinan Donald Trump telah merenggut nyawa dan mata pencaharian," demikian menurut kutipan pidato yang akan disampaikan Harris dalam Konvrensi Nasional Demokrat Rabu (19/8) malam waktu setempat.

Baca juga : KJRI Los Angeles Gelar Upacara Virtual Peringatan HUT RI ke-75

Kritikan pedas itu dilontarkan Harris dalam pidatonya setelah dia menerima pencalonan partai untuk menjadi wakil calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden pada pemilihan presiden AS November mendatang.

Sebagaiamana dirilis kantor berita AFP, Kamis (20/8/2020), dalam pidatonya Harris juga menyerang Trump atas kemampuan dan karakternya, dengan menyebut "ketidakmampuan Trump membuat kita merasa takut (dan) ketidakpedulian membuat kita merasa sendirian,"

Sebelumnya, Presiden Trump sempat marah-marah menanggapi kritikan pendahulunya, yakni mantan Presiden Barraack Obama, yang menyebut dirinya sebagai Presiden yang tak serius dan telah menempatkan demokrasi AS dalam bahaya.

Dihadapan para awak media, Trump menanggapi komentar Obama dengan menyebutnya sebagai pemimpin yang tak efektif dan buruk. "Saya melihat kengerian yang dia tinggalkan pada kita, kebodohan catatan yang dia lakukan," cetus Trump.

"Lihatlah betapa buruknya dia, betapa tidak efektifnya dia sebagai presiden, dia sangat tidak efektif, sangat buruk," imbuh Trump.

"Presiden Obama tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Alasan saya di sini adalah karena Presiden Obama dan Joe Biden," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA