Monday, 26 Oct 2020
Temukan Kami di :
Teknologi

ByteDance Dapat Perpanjangan Waktu soal Nasib 'TikTok' di AS

Aisyah Isyana - 16/08/2020 09:25

Beritacenter.COM - ByteDance mendapat 'perpanjangan nafas' soal penjualan TikTok, setelah Presiden Amerika (AS), Donald Trump, mengeluarkan perintah eksekutif untuk memberi perpanjangan waktu.

Dari awalnya yang hanya diberi waktu 45 hari untuk menjual atau 'spin off' bisnis TikTok di AS, kali ini ByteDane mendapat perpanjangan waktu hingga 90 hari, sebagaiamana dikutip dari The Verge, Minggu (16/8/2020).

TikTok awalnya hanya diberi waktu hingga 20 September saja. Namun, saat ini TikTok kembali mendapat perpanjangan waktu hingga 12 November mendatang. Jika TikTok tak memenuhi tenggat waktu yang diberikan, pemerintah AS memastikan akan memblokir semua aktivitas ByteDance di AS.

Tak hanya entitas TikTok harus dijual, Trump dalam perintah terbarunya meminta ByteDance untuk menghapus semua data TikTok yang berasal dari penggunanya di AS dan melapor ke Committee on Foreign Investment di AS setelah data itu benar-benar sudah dihapus.

Selain itu, Byte Dance juga diminta menghapus semua data yang dikumpulkan Musical.ly, sebelum akhirnya berubah menjadi TikTok. Dimana ByteDance telah mengakuisisi Musical.ly di 2017 dan mengubahnnya menjadi TikTok.

"Ada bukti sangat kuat yang membuat saya percaya bahwa ByteDance akan mengambil langkah yang mengancam mengganggu keamanan nasional Amerika Serikat," tulis Trump dalam perintah tersebut.

Sebagaimana diketahui, ByteDance yang merupakan perusahaan berbasis di China, dituding Trump akan memata-matai serta memberikan informasi warga AS ke pemerintah China. Namun, tudingan itu berkali-kali telah dibantah oleh Byte Dance.

"Seperti yang kami katakan sebelumnya, TikTok disukai oleh 100 juta warga Amerika Serikat karena ini adalah rumah untuk hiburan, kebebasan berekspresi, dan hubungan. Kami berkomitmen membawa kebahagiaan ke keluarga dan karir yang berarti bagi siapa pun yang membuat konten di platform kami bertahun-tahun ke depan," demikian pernyataan TikTok.

Dalam hal ini, Microsoft disebut-sebut tertarik untuk mengakuisisi TikTok, meski Bill Gates sendiri menyebut transaksi itu sebagai racun. Tak hanya Microsotf, Twitter juga disebut tertarik untuk mengakuisisi TikTok, namun belum ada kabar lebih lanjut pasca keluarnya perintah eksekutif terbaru dari Presiden Trump.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA