Wednesday, 30 Sep 2020
Temukan Kami di :
Peristiwa

P-KMP Gelar Aksi Unjuk Rasa di Istana Agar Negara Akui tanah adat milik suku Ireeuw Papua

Anas Baidowi - 14/08/2020 19:31 Aksi unjuk rasa P-KMP di Istana Negara

Beritacenter.COM - Pergerakan Keadilan Masyarakat Papua (P-KMP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta untuk mendesak pemerintah agar negara mengakui hak kepemilikan tanah ulayat atau tanah adat milik keluarga suku Ireeuw seluas 2.700 meter.

“Tanah masyarakat hukum adat di Papua mutlak milik rumpun melanesia atau orang Papua asli. Negara wajib mengakui, menghormati dan melindungi hak masyarakat hukum adat dan keberagaman budaya bangsa atas sumber daya alam,” koordinator aksi, Rizal Muin Ireeuw, Jumat (14/8/2020).

Rizal mengatakan bahwa negara harus mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam Undang-undang. Pernyataan tersebut dikutipnya dari Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945.

Selain itu, ia juga meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menugaskan Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan agar mengeluarkan surat keterangan bahwa tanah tersebut kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.

“Mendesak Menteri Keuangan RI Segera menyurati dan mempertegas kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, bahwa tanah hak milik Suku Ireeuw merupakan hak adat yang telah diserahkan kepada anak adat Rizal Muin, yang terletak di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura,” tegasnya.

Berlanjut dari permintaan sebelumnya, Rizal juga meminta kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN untuk memberikan legal standing kepadanya atas kepemilikan dan penguasaan lahan tersebut.

“Menteri ATR/BPN segera perintahkan Kanwil ATR/BPN Provinsi Papua untuk menerbitkan sertifikat tanah hak milik atas nama Rizal Muin. Karena secara sah dan yuridis, administrasi, teknis dan penguasaan fisik 20 tahun,” tuntutnya.

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan tertib. Berdasarkan pantauan di lokasi aksi, massa tampak membawa keranda mayat bertuliskan “Berantas Mafia Tanah Kerah Putih”.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA