Monday, 28 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

Kebijakan Ganjil-Genap Memperburuk Penularan Covid-19

Anas Baidowi - 14/08/2020 07:26

Beritacenter.COM - Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermansyah Saputra mengatakan, kebijakan ganjil-genap ditengah Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi fase 1 di Jakarta hanya menambah risiko penyebaran.

Menurutnya, masyarakat yang awalnya berangkat kerja menggunakan kendaraan pribadi akan beralih ke angkutan umum.

"Itu hanya menambah risiko orang di angkutan publik. Oang yang tadinya menggunakan mobil, akhirnya terpaksa menggunakan kereta, MRT, atau bus itu malah menambah risiko," kata Hermawan, Jumat (14/8).

kebijakan ganjil-genap tidak tepat juga bila kaitannya dengan perpanjangan PSBB transisi. Hal-hal inilah yang pemerintah harus konsisten dan sensitif pemerintah DKI.

“Jadi sektor transportasi, perhubungan itu berisiko. Bahwa ada ratusan ribu orang numplek di kereta, MRT, dan juga Transjakarta, dan lain-lain. Itu menambah risiko,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, tempat yang rentan tidak hanya di perkantoran saja, tetapi juga di sektor transportasi dan area-area publik.

“Jadi tidak hanya di sektor perkantoran, industri. Semuanya. Di transportasi dan di area-area publik,” katanya.




Berita Lainnya

DPR RI Minta PBB Usut Tuntas Penyebab Covid-19

27/09/2020 16:20 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA