Monday, 28 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

Berstatus Zona Oranye, Pasien COVID-19 di RS Surabaya Terus Berkurang Selam Dua Pekan

Aisyah Isyana - 13/08/2020 21:22

Beritacenter.COM - Pasca menjadi zona oranye, wilayah Surabaya mengalami penurunan jumlah pasien COVID-19. Selama dua pekan terakhir, banyak pasien sembuh dan dibolehkan pulang. Dengan begitu, jumlah pasien Corona yang dirawat mengalami pengurangan.

"Sudah dua minggu ini nggak pernah penuh. Jumlah pasien menurun memang. Ndak terlalu banyak pasien yang datang ke IGD, biasa. Cocok lah kalau dikatakan oranye," kata Dirut Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya, dr Didi D Dewanto SpOG, Kamis (13/8/2020).

Baca juga : Dari Zona Merah, Surabaya Terpantau Berubah Jadi Zona Oranye Corona

Didi menyebut RSHU tengah merawat 50 persen pasien COVID-19 dari jumlah kapasitas bed yang tersedia. "Sekarang pasien tadi saya hitung ada 120 dari 247 bed. Bisa separuhnya," jelasnya.

Menurutnya, RSHU setiap harinya dapat memulangkan 8-10 pasine Corona. Dengan begitu, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat akan terus berkurang. Meski saat ini Surabaya berstatus zona oranye, Didi mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pasalnya, butuh peran masyarkat agar Surabaya dapat berstatus zona hijau.

"Kepada masyarakat supaya tidak boleh lengah, tetap terus waspada, pakai masker, cuci tangan, waspada klaster kantor. Apa lagi kantor dengan ac ruangan tertutup itu hati-hati. Kalau ada satu OTG saja masuk bisa kena," pesannya.

Tak hanya RSHU, hal serupa juga terjadi di RS Adi Husada Undaan Wetan. Pasien COVID-19 juga terpantau terus berkurang dalam dua pekan terakhir di RS tersebut.

"Sekarang udah tidak sampai penuh-penuh juga. Sekitar dua mingguan ini, terus yang rawat jalan masih banyak, tapi mengalami penurunan juga. Soalnya COVID-19 banyak yang tanpa gejala, gejala ringan jadi tidak harus opname," kata Kepala Unit Pemasaran & Layanan Pelanggan RS Adi Husada Undaan Wetan, Sylvia Sumitro.

Sylvia menyebut pasien yang dirawat jalan maupun rawat inap juga terpantau mengalami penurunan. "Ada di UGD sudah ada gejala, indikasi rawat inap juga tidak banyak, tidak kayak dulu," ujarnya.

"Angka kematian COVID-19 menurun. Di tempat kita cukup bagus rate kesembuhannya. Kalau dari awal penanganannya sudah baik gak nunggu sesek, gak nunggu gula darah turun dia akan lebih baik kondisinya. Dan angka kesembuhannya tinggi, datang dengan kondisi yang kurang baik itu tergantung penyakitnya banyak yang sembuh atau akhirnya meninggal," pungkasnya.




Berita Lainnya

DPR RI Minta PBB Usut Tuntas Penyebab Covid-19

27/09/2020 16:20 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA