Monday, 28 Sep 2020
Temukan Kami di :
Teknologi

Cegah Postingan Disinformasi Covid-19, Facebook Ingatkan Pengguna Dengan Pop-up Notification

Anas Baidowi - 13/08/2020 18:45

Beritacenter.COM - Maraknya postingan disinformasi terkait Covid-19, Facebook melakukan beragam upaya untuk mencagahnya. Salah satunya dengan memberi peringatan kepada pengguna Facebook sebelum membagikan postingan terkait Covid-19.

Peringatan tersebut berbentuk pop-up notification. Notifikasi tersebut berguna untuk memberikan konteks tambahan tentang artikel atau tautan yang dicantumkan di postingan pengguna, seperti dari mana asal sumbernya dan kapan pertama kali artikel tersebut dibagikan.

Dikutip dari The Verge pada Kamis (13/8/2020), Facebook menjelaskan bahwa fitur baru ini akan dapat membantu penggunanya dalam memahami sumber dan aktualisasi konten yang akan dibagikan.

Selain itu, peringatan ini juga akan mengarahkan pengguna ke portal informasi terkait Covid-19 milik Facebook yang telah bekerjasama dengan otoritas kesehatan, sehingga pengguna mendapat informasi yang akurat.

Peringatan ini merupakan pembaruan dari peringatan yang sudah beroperasi sejak blan Juni lalu untuk mencegah penyebaran artikel dan tautan yang telah usang dan tidak sesuai dengan peristiwa yang saat ini terjadi.

Untuk mencegah informasi terpercaya terhambat, Facebook mengatakan bahwa pihaknya akan mengecualikan sumber informasi tertentu yang memang memberikan informasi akurat.

"Sejalan dengan itu, kami ingin memastikan bahwa kami tidak memperlambat penyebaran informasi dari otoritas kesehatan yang terpercaya, jadi konten yang diunggah oleh otoritas kesehatan pemerintah dan organisasi kesehatan global yang diakui, seperti World Health Organization, tidak akan menerima pemberitahuan ini," kata Facebook dalam keterangan resminya.

Sejak awal pandemi, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini sudah menampilkan informasi terpercaya dari otoritas kesehatan di bagian atas News Feed dan menghadirkan portal informasi COVID-19 Information Center.

Tapi Facebook masih kewalahan menangani postingan disinformasi yang terus menyebar di platformnya. Baru-baru ini mereka mengumumkan telah menghapus 7 juta postingan disinformasi dan memberikan label peringatan pada 98 juta postingan lainnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA