Monday, 28 Sep 2020
Temukan Kami di :
Ekonomi

Pemerintah Kembangkan Keuangan Syariah Inklusif Melalui iPesantren

Anas Baidowi - 13/08/2020 16:50

Beritacenter.COM - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa untuk mengembangkan keuangan syariah inklusif di pondok pesantren (ponpes) dan lembaga pendidikan, diperlukan sinergi program keuangan digital.

Hal tersebut meliputi edukasi/literasi keuangan melaui program Kementerian/Lembaga (K/L), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta nasional. serta monitoring dan evaluasi secara digital dalam rangka peningkatan keuangan inklusif dan syariah.

“Dengan iPesantren diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan keuangan syariah dan inklusif di ponpes dan lembaga pendidikan, serta masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Ponpes memiliki potensi besar dalam mendukung program unggulan ekonomi nasional,” jelas Iskandar dalam webinar, Kamis (13/8/2020).

menurut perhitungannya, sekitar 44% atau 12.400 ponpes dari 28.194 ponpes di Indonesia, memiliki potensi yang cukup banyak di bidang agribisnis sehingga dapat menggerakkan ekonomi pesantren bahkan pedesaan.

"Pada tahap awal piloting iPesantren akan dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon dan 100 ponpes binaannya," katanya.

Dia pun mengapresiasi inisiatif dari NU untuk menerapkan ekosistem keuangan syariah digital melalui Kartu Santri dan WarNU digital. Implementasi tersebut harusnya semakin didorong mengingat masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim, serta dalam keadaan pandemi Covid-19 yang mengharuskan menjaga jarak antar satu sama lain dan mengurangi penggunaan uang kartal.

“Ke depannya, saya akan tantang produk apa yang akan dikembangkan di pesantren dan di sekitarnya," tandasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA