Wednesday, 25 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

IDI Apresiasi Kinerja Polda Bali yang Sigap Tangani Kasus Jerinx SID

Baharuddin Kamal - 12/08/2020 21:38 Jerinx di Mapolda Bali.

Beritacenter.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengapresiasi kinerja Polda Bali yang telah menetapkan serta menahan drummer band Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx, terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkannya.

"Aparat penegak hukum sudah melakukan tugasnya untuk menindaklanjuti laporan dari IDI Wilayah Bali, dan untuk itu IDI Wilayah Bali mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil oleh aparat penegak hukum," kata Ketua IDI, Suteja dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (12/8/2020) malam.

Suteja mengatakan, dirinya melaporkan Jerinx ke polisi karena mendapat mandat dari Pengurus Besar IDI lantaran telah melakukan pencemaran nama baik.

"IDI wilayah Bali mendapat mandat dari PB IDI dan juga dari IDI Cabang se-Bali untuk melaporkan konten di media sosial yang dianggap mencemarkan nama baik organisasi IDI, salah satunya berisikan 'IDI kacung WHO", terangnya.

IDI menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "IDI wilayah Bali, menghormati proses penegakan hukum dengan mengikuti langkah-langkah proses penegakan hukum," ujar Suteja.

Sebelumnya diketahui, Polda Bali menetapkan drummer band Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh IDI Provinsi Bali.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho menyampaikan, bahwa Jerix sudah memenuhi panggilan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolda Bali.

"Udah, dia memenuhi panggilan sebagai tersangka, udah kita periksa dan terpenuhi alat bukti terpenuhi unsur deliknya dan kita tahan. Iya, ditahan di Polda Bali. Iya sejak kita berlakukan hari ini," kata Kombes Yuliar.

Ia juga menerangkan, penetapan Jerix sebagai tersangka karena postingan di akun Instagram-nya pada tanggal 13 dan 15 Juni.

"Sudah, dari hasil postingannya tanggal 13 dan 15. Kemudian secara saksi ahli bahasa, bahwasanya postingannya itu menimbulkan satu perbuatan dimana diatur dalam undang-undang, mencemarkan nama baik, menghina, menimbulkan satu rasa permusuhan," ujar Yuliar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA