Tuesday, 20 Oct 2020
Temukan Kami di :
Opini

BUKAN SALAH MEGAWATI

Indah Pratiwi Budi - 12/08/2020 11:11

Menjawab issue yg menyudutkan Megawati sebagai Presiden, seperti :
1. Penjualan kapal tanker,
2. Indosat,
3. BCA dan LNG Tangguh.

Silahkan simak tulisan berikut.

BUKAN SALAH MEGAWATI

“ Boleh tanya?” Oya silahkan.

Saya kan pendukung PDIP. Saya sedih kan sekarang PDIP di era SBY sebagai oposisi. Tetapi fitnah kepada Bu Mega terus saja terjadi. Seakan apa yg dilakukan Bu Mega dalam waktu singkat sebagai Presiden, semua salah. Apakah benar?

Kebenaran itu relatif. Mungkin di Era Bu Mega dibenarkan, tetapi di era SBY tidak benar. Politik memang begitu.

1. "Apa benar, Bu Mega MENJUAL KAPAL TANKER PERTAMINA KEPADA ASING ?"

“ Ceritanya engga begitu. “ Gimana sebenarnya ?

Tahun 2002 Pertamina menggelar tender untuk pengadaan kapal tanker jenis VLCC (Very Large Crude carrier). Skema pembiayaan pengadaan tanker menggunakan skema BBHP ( bareboat hire purchasing ).

“ Apa itu BBHP ?"

Itu bukan kontrak kepemilikan tapi kontrak sewa dalam rentang waktu lama. Setelah kontrak sewa habis, pihak penyewa berhak membeli dg harga yg disepakati di depan.

Berbeda dg time charter dimana penyewa tidak bertanggung jawab atas biaya operasional. Dalam BBHP, penyewa bertanggung jawab atas segala biaya operasional termasuk bunga bank serta margin keuntungan dari pihak yg menyewakan.

Namun selama kontrak BBHP, penyewa berhak mengarahkan kemana kapalnya akan berlayar dan dimana pelabuhannya. Jadi pihak yg menyewakan mendapatkan keuntungan netto dari penyewaan kapal, sementara kapalnya sendiri dibayar penuh oleh penyewa setelah kontrak selesai. Dalam hal ini Pertamina adalah pihak yg menyewa.

“ Paham. Terus .”

Namun karena kondisi keuangan Pertamina yg parah akibat pemerintah gagal membayar susbidi minyak terutang, maka membuat Pertamina limbung dan mengancam kelangsungan distribusi BBM. Sementara sumber APBN semakin menyempit akibat penghentian ladang minyak Exxon di Riau dan Natuna serta block Cepu. Sementara Freeport yg juga memberikan sumber devisa dihentikan operasinya karena dianggap melanggar AMDAL.

Tekanan dari IMF begitu kerasnya kepada Megawati, juga World bank dg ancaman akan menghentikan bantuan dana. Karena itupula Megawati memutus kontrak dg IMF.

Megawati tahu di balik skema BPPN ada IMF, namun dia tidak berdaya. Proses penarikan dana BLBI dan KLBI dilakukan melalui skema BPPN dan Megawati tidak bisa menghentikan karena sudah ada ketetapan DPR/MPR tentang itu.

“ Apa yg bisa dilakukan oleh Megawati dg kelangkaan dana tersebut? "

Pertamina harus melakukan restruktur biaya operasional. Perencanaan jangka panjang Pertamina harus dievaluasi agar focus kepada penyelamatan cash flow jangka pendek. Salah satunya adalah meninjau ulang visi Pertamina menjadi World Class Oil Trading Company dg cara menjual kontrak BBHP.

Hasil evaluasi bahwa kontrak BBHP atas VLCC dalam jangka panjang merugikan Pertamina secara financial. Sementara melepas kontrak BBPHP kepada pihak lain akan mendatangkan cash flow bagi Pertamina walau Pertamina belum mengeluarkan uang satu sen pun karena kapal tersebut belum selesai dibangun di galangan Kapal Hyundai Korea.

Pelepasan kontrak BBHP ini dikawal ketat oleh Pemerintah dan dilakukan secara transparance melalui investment consultant independent Goldman Sachs.

"Mengapa kontrak BBHP bisa dijual dan mendatangkan keuntungan bagi Pertamina?"

Sebagaimana saya katakan bahwa BBHP itu menyewa kapal pada kurun waktu tertentu dan setelah selesai kontrak berhak membeli dg harga ditetapkan di depan. Harga beli kapal itu menjadi sangat murah karena kebetulan setelah itu harga baja melambung tinggi karena terjadi pembelian besar2an baja oleh China di pasar dunia.

Sebetulnya yg dijual itu adalah opsi beli yg belum ada barangnya. Karena itu Pertamina mendapatkan uang tunai sebesar kurang lebih USD 50 juta. Jadi tidak ada kerugian negara, bahkan negara diuntungkan.

"Oh paham saya. Artinya memang tidak ada kapal phisik yg dijual. Itu hanya opsi kontrak saja. Dan karena itu bisa dijual dan Pertamina dapat uang tunai. Andaikan harga baja tidak melabung, mungkin kontrak BBHP itu engga laku dijual" katanya menyimpulkan.

“ Tepat sekali. “

"Boleh tanya lagi ? Ya silahkan..

2. "Gimana soal issue PENJUALAN INDOSAT ?"

Kebijakan menjual BUMN adalah bagian dari rekonstruksi dan privatisasi BUMN dalam jangka panjang yg diatur dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1999. Kebijakan yg dikeluarkan oleh pemerintah ini harus MENDAPAT PERSETUJUAN DARI DPR RI.

Indosat dijual melalui lelang terbuka diatas harga pasar. PEMBELINYA BUKAN ASING/Singapore. Megawati hanya MELAKSANKAN AMANAH UU. Dan lagi yg beli orang Indonesia. MENJADI MILIK ASING STLH ERA SBY.

Jadi siapa yg beli ?

Saya dapat katakan ini karena Sales and Purchase Agreementnya (SPA) atas Indosat tidak kepada STT Singapore tapi ke Indonesian Communication Limited (ICL). ICL itu hanyalah virtual company di negara bebas pajak yg terdaftar di BVI, Mauritius. Saya cek di business registry BVI Mauritus, tidak ada menyebutkan ICL sebagai anak perusahaan STT Singapore. ICL dimiliki oleh orang Indonesia sendiri. Namun ICL menunjuk Asia Mobile Holding Pte sebagai anak perusahaan STT Singapore sebagai operator alasannya bahwa STT Singapore dikenal sebagai the best operator telecomunication di dunia. Dan lagi WALAU PEMERINTAH TIDAK ADA LAGI SAHAM DI INDOSAT, NAMUN FREKWENSI TETAP MILIK NEGARA. Indosat hanya menjalankan BISNIS KONSESI atas frekwensi milik negara.

3. " Paham. Gimana dg PELEPASAN BCA MELALUI SKEMA BPPN ATAS DASAR KETETAPAN DPR/MPR. Banyak pihak mengatakan bahwa BCA dimiliki oleh Farallon dari Amerika."

Itu TIDAK BENAR !!! Farallon yg dimaksud adalah Farallon Capital Management LLC yg berdasarkan Securities & Exchange Commission, merupakan perusahan go-public dg nomor 0000909661. Namun di dalam situs SEC dan di 20-F FCM bagian daftar subsidiaries tidak terdapat nama FarIndo Investment maupun BCA sebagai anak perusahaan. Farindo investment adalah Special Vehicle Company yg sahamnya dimiliki oleh Group Djarum. Team Megawati berhasil menggiring lelang tersebut sehingga tidak jatuh kepada asing tapi kepada orang Indonesia sendiri.

“ Oh gitu. Paham saya. Terus gimana dg issue LNG tangguh yg sampai sekarang merugikan negara. Karena HARGA JUAL GAS MURAH banget. “

Dari awal memang project ini mengalami kendala serius soal pendanaan karena negara dalam posisi downgrade yg puncaknya krisis 1998.

Beberapa financial resource international TIDAK TERTARIK untuk membiayai proyek ini karena :

- Syarat suku bunga yg ditetapkan pemerintah Gus Dur dan kemudian Megawati LIBOR +0,5 %.

- Disamping itu pemerintah tidak boleh memberikan jaminan resiko atas hutang itu.

Keadaan inilah yg membuat pembiayaan mega proyek ini menjadi terkendala. Akhirnya diajukan proposal dg menarik pembiayaan melalui skema counter trade.

Artinya dana didapat dg menjaminkan kontrak penjualan sebagai sumber repayment. Masalahnya adalah bagaimana mendapatkan pembeli yg berani menjamin kontrak pembelian selama 25 tahun dg harga tetap? Ini beresiko. Semuanya ingin harga floating. Kalau harga floating maka tidak bisa dijadikan collateral pinjaman.

"Menarik ceritanya. Terus...?"

“ Namun SBY yg ketika itu Mentaben berhasil meyakinkan investor seperti BP, CNOOC, MI Berau BV, Nippon Oil Exploration Berau, KG Companies, dan LNG Japan Corporation, untuk terlibat dalam konsorsium pembiayaan. KONSORSIUM LNG TANGGUH ITU BERKAT PRAKARSA SBY.

Nah ketika Gus Dur jatuh dan digantikan oleh Megawati, kebijakan Gus Dur tidak diubah. Bahkan Megawati menolak keras merubah skema itu walau ada upaya untuk menetapkan harga secara floating. Namun Mega setuju setiap 5 tahun harga akan ditinjau kembali. Mungkin karena Mantaben Purnomo Yusgiantoro yg dikenal ahli di bidang Migas bisa meyakinkan Megawati.

Setelah melalui proses di DPR dan Kabinet, akhirnya Megawati setuju untuk melanjutkan proyek LNG TANGGUH. Semua investor bertindak sebagai buyer dan menempatkan offtake sebagai collateral pinjaman kepada bank.

Semua pembeli itu adalah perusahaan strategis di negaranya masing2. Sumber dana berasal dari Perbankan negara anggota konsorsium proyek, yg terdiri dari Bank of China USD 950 juta, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) USD1,2 miliar, Asian Development Bank (ADB) USD350 juta, dan komersial bank lainnya 1 miliar dolar.

“ Mengapa BANK DALAM NEGERI TIDAK TERLIBAT ?"

Alasannya harga jual di pasar, Gas masih terlalu rendah. Harap dicatat bahwa konsorsium ini bukan sebagai pemilik proyek tapi hanya sebagai penjamin hutang. PEMILIKNYA TETAP PEMERINTAH INDONESIA. Apabila hutang lunas maka konsorsium harus keluar dari proyek dan pemerintah bebas menjual ke pasar bebas.

Tahun 2004 Megawati jatuh dan digantikan oleh SBY. Kemudian di era SBY posisi project tidak lagi dalam skema awal tapi berubah menjadi JV, dimana BP Indonesia sebagai operator project dengan menguasai saham 37,16%. Sementara sisanya dikuasai oleh mitranya yg terdiri dari China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Ltd, MI Berau BV, Nippon Oil Exploration Berau, KG Companies, dan LNG Japan Corporation.

Pengembangan gas Tangguh yg diperkirakan mampu memproduksi gas 10-11 triliun kaM kubik (tcf), direncanakan dibangun tiga train (kilang). Cadangan gas terbukti mencapai 14,4 tcf. Proyek kilang I dan II LNG Tangguh di Papua akan memproduksi LNG pertama dan komersial akhir 2008. Investor melihat laba raksasa dibalik long term contract tersebut, dan mereka ingin menjadi penguasa konsesi, bukan hanya sebagai pembeli.

“ Oh artinya di ERA SBY SKEMA PEMBIAYAAN DIUBAH. Artinya ADA KONSPIRASI ANTARA PEJABAT PEMERINTAHAN SBY, BUYER LEAD & LEAD CONSORTIUM LOAN yg berperan melobi project multi billion dollar ini terbangun DG SKEMA YG MENGUNTUNGKAN ASING.

Apalagi PERUBAHAN KONTRAK INI DIBUAT DI ERA SBY yg tahu persis mengenai keberadaan Proyek LNG Tangguh."

Sumber : https://s.id/oZ2xo
#DejaVu




Berita Lainnya

OMNIBUS LAW "MALAYSIA PUN IKUT MERADANG"

19/10/2020 13:30 - Indah Pratiwi Budi

JAKARTA SEDANG "MEMBAYAR" PILIHAN POLITIKNYA

19/10/2020 11:30 - Indah Pratiwi Budi

Kenekatan dan Nyali Besar Pak Jokowi!

19/10/2020 08:06 - Indah Pratiwi

KITA BERSAMA PRESIDEN JOKOWI

17/10/2020 17:33 - Indah Pratiwi Budi

USTADZ BANGSA ITU BERNAMA JOKOWI

17/10/2020 15:00 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA