Tuesday, 29 Sep 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Fasilitasi Permodalan untuk Nelayan, KKP: Modal Usaha Jadi Insentif di Tengah Pandemi

Lukman Salasi - 11/08/2020 13:49

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap memberikan fasilitasi permodalan untuk nelayan. KKP pun menggandeng perbankan dan lembaga penyedia modal usaha untuk memberikan akses permodalan kepada nelayan.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya memberikan fasilitasi permodalan untuk nelayan. KKP juga telah bekerja sama dengan perbankan agar para nelayan diberikan kemudahan dalam mengakses permodalan," ujar Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga M. Zaini dalam siaran pers KKP, Selasa (11/8/2020).

M. Zaini mengatakan modal usaha sangat diperlukan nelayan di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan adanya insentif modal usaha, para nelayan dapat terbantu dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Misalnya untuk perawatan armada penangkapan ikan seperti kapal perikanan, alat penangkapan ikan, mesin kapal perikanan, bahan bakar serta kebutuhan lain yang diperlukan saat melaut,” terangnya.

Lebih lanjut Zaini mengungkapkan, permodalan ini menjadi masalah klasik yang selalu dialami oleh nelayan. Para nelayan merasa dipersulit ketika mengurus kredit ke perbankan dengan syarat yang berbelit-belit. Ujungnya, nelayan pun enggan mengurus kredit bergulir.

"Tidak ada yang sulit sebetulnya, kekurangan informasi biasanya menjadi sumber permasalahan. Dalam berbagai kesempatan KKP terus melibatkan perbankan unutk memberikan sosialisasi dan tata cara pengajuan permodalan usaha untuk nelayan," imbuhnya.

Sebelumya, KKP bersama Komisi IV DPR RI melalukan kunjungan kerja di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Cirebon (10/8).

Dalam gelaran kunjungan kerja KKP dan Komisi IV DPR RI di Cirebon tersebut, secara simbolis diserahkan bantuan permodalan untuk nelayan oleh perbankan. Diantaranya Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BJB Cirebon yang menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) mikro dan retail untuk nelayan.

Selain itu, sejumlah bantuan lain turut diserahkan untuk nelayan secara simbolis. Diantaranya, klaim asuransi nelayan, penyerahan sertifikat keterampilan penanganan ikan (SKPI), sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB), sertifikat hasil tangkapan ikan (SHTI) lembar awal, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, polis asuransi nelayan mandiri Simantep Jasindo, sertifikat hak atas tanah (SeHAT) nelayan, bantuan calon induk ikan nila senilai Rp 4 juta oleh Ditjen Perikanan Budidaya serta penandatanganan kerja laut antara pemilik kapal perikanan dan awak kapal perikanan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA