Friday, 25 Sep 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Ruh dari Permen KP 12/2020, Menteri Edhy: Menumbuhkan Etos Pembudidayaan Lobster Nasional

Lukman Salasi - 10/08/2020 16:34

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo menegaskan bahwa ruh dari Permen KP 12/2020 yang diterbitkannya untuk menumbuhkan etos pembudidayaan lobster nasional.

“Semangat regulasi terkait lobster adalah untuk menghidupkan kembali usaha nelayan dari Sabang sampai Merauke yang sempat mati, serta juga ingin menumbuhkan etos budidaya lobster,” tutur Menteri Edhy melalui rilis resmi KKP dikutip BeritaCenter.COM Senin (10/8/2020).

Dalam permen KP yang diundangkan pada 5 Mei 2020 di bagian menimbang huruf a sudah dijelaskan bahwa tujuan dari terbitnya permen tersebut salah satunya untuk pengembangan pembudidayaan lobster (Panulirus spp.)

Menteri Edhy pun berjanji akan meningkatkan kapasitas budidaya lobster dalam negeri. Pasalnya, saat ini kapasitas budi daya di dalam negeri belum ada peningkatan dan masih terbatas.

Edhy juga berkomitmen untuk memberikan bantuan sebagian sarana budidaya sebagai pemicu. Menurutnya, intensifikasi teknologi perlu digalakkan, peningkatan kualitas ekspor serta perluasan pasar akhir juga perlu akan didorong.

“Kita juga perlu melihat kapasitas budidaya kita, kita juga sama-sama mendorong bagaimana usaha budidaya lobster ini bisa lebih produktif, sehingga memberikan keuntungan yang lebih untuk mereka,” jelas Edhy.

Terkait ekspor benih lobster (benur) yang dipolemikkan, Edhy menegaskan hal itu sifatnya hanya sementara dan terbatas. Ekspor itu, lanjut Edhy, juga menekankan soal pembudidayaan.

Apa yang disampaikan Edhy berdasarkan Pasal 5 Permen KP 12/2020 ayat 1:

(1) Pengeluaran Benih Bening Lobster (Puerulus) dengan Harmonized System Code 0306.31.10 dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dengan ketentuan:

a. kuota dan lokasi penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) sesuai hasil kajian dari Komnas KAJISKAN yang ditetapkan oleh direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan tangkap;

b. eksportir harus melaksanakan kegiatan Pembudidayaan Lobster (Panulirus spp.) di dalam negeri dengan melibatkan masyarakat atau Pembudi Daya setempat berdasarkan rekomendasi direktorat jenderal yang menyelenggarakan tugas dan fungsi di bidang perikanan budidaya;

c. eksportir telah berhasil melaksanakan kegiatan Pembudidayaan Lobster (Panulirus spp.) di dalam negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) yang ditunjukkan dengan:

1) sudah panen secara berkelanjutan; dan

2) telah melepasliarkan Lobster (Panulirus spp.) sebanyak 2 (dua) persen dari hasil Pembudidayaan dan dengan ukuran sesuai hasil panen;

Secara terpisah, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan TB Ardi Januar menyatakan bahwa Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 12/2020 yang terkait ekspor benih lobster menguntungkan baik bagi nelayan, pembudidaya, pelaku usaha maupun negara.

"Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri No. 12 Tahun 2020 ini, semua pihak mendapat keuntungan," kata Tb Ardi Januar.

Menurut dia, regulasi tersebut membuat nelayan yang menangkap benih mendapat nilai ekonomi, para pembudidaya menerima juga nilai ekonomi, para pengusaha yang melakukan ekspor juga mendapat untung, dan negara juga mendapat pemasukan.

Ardi juga menjelaskan bahwa keputusan menetapkan Peraturan Menteri KP No 12/2020 adalah melalui proses panjang dengan melibatkan para ahli di bidang kelautan perikanan dan juga ahli ekonomi.




Berita Lainnya

4 Alasan Penyebab PSBB Total Diperpanjang

25/09/2020 09:39 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA