Wednesday, 02 Dec 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Anies Baswedan Semakin Shock Hadapi Banjir Jakarta

Anas Baidowi - 10/08/2020 10:09

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku shock mendengar DKI Jakarta yang kerap dilanda banjir belum memiliki alat untuk mengukur curah hujan. Selama ini, DKI hanya mengandalkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Awal tahun ini, ketika saya mendengar bahwa kita ini tidak punya alat ukur (curah hujan). Itu saya betul-betul shock (terkejut)," kata Anies dalam rekaman video yang disiarkan Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (8/8).

Menurut Anies, bagaimana mungkin Ibu Kota yang penuh dengan hujan, tidak memiliki alat ukur curah hujan. "Kita selama ini hanya mengandalkan pada alat-alat milik BMKG," katanya.

Anies mengungkapkan hal itu dengan terheran-heran usai melihat dan mendengar pemaparan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juani Yusuf. Dalam paparannya, Juani mengusulkan pembelian alat ukur curah hujan sebanyak 10 unit pada tahun 2020.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian memerintahkan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk menambah alat tersebut. Namun, dengan harga yang lebuh murah agar seluruh petugas di kelurahan DKI Jakarta bisa mengetahui curah hujan sehingga upaya pencegahan banjir bisa segera dilakukan sedini mungkin.

Ia meminta Dinas SDA untuk membeli alat pengukur curah hujan manual, bukan digital seperti yang diajukan oleh dinas. Menurutnya, alat yang diajukan oleh dinas terlalu canggih karena berbasis digital sehingga lebih mahal.

"Kalaupun belum bisa menggunakan alat yang maju seperti ini pak, sudahlah beli alat yang murah dan petugas kita data entry (memasukan data) pakai aplikasi. Jadi tidak harus kayak membeli layar proyektor yang bergerak sendiri, yang penting (layarnya) putih dan bisa naik turun (walau) pakai tangan," katanya.

Anies mengharapkan seluruh wilayah Jakarta bakal memiliki alat pengukur curah hujan bila dinas membeli alat yang lebih murah. Meski murah, Anies berkeyakinan bahwa kemampuan alat itu tidak jauh berbeda.

"Kalau cuma seperti ini (10 alat), niat enggak kita menyelesaikan banjir. Kalau niat ya seluruh wilayah kita harus punya alatnya," katanya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA